,
30 Maret 2020 | dibaca: 204 Kali
Karantina Di Hotel Langgur Bukan Untuk Pasien Covid 19
noeh21

Malra, Skandal

Hotel Langgur di Maluku Tenggara disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk mengkarantina mereka yang baru bepergian dan kembali ke daerah ini atau pelaku perjalanan.

Hal ini diungkap Kepala Dinas Kesehatan yang juga sekertaris gugus tugas Covid 19 Malra dr. Katrinje Notanubun dalam keterangan persnya di Langgur, minggu.

Dikatakan, karantina bagi pelaku perjalanan merupakan upaya penting dalam mencegah masuknya Covid 19 di daerah ini.

"Bersama bupati kemarin kami telah meninjau lokasi karantina bagi pelaku perjalanan tersebut, dimana sejumlah kamar akan di pakai untuk mengkarantina pelaku perjalanan", ungkapnya.

Menurut dr. Katrinje, ada yang menerima maupun menolak terhadap inisiatif Pemda Malra tersebut, tapi mari kita berpikir positif dimana ini adalah upaya pencegahan yang baik, dimana para pelaku perjalanan mudah kita mudah awasi dengan baik selama 14 hari sebelum mereka kembali ketengah-tengah masyarakat.

"Perlu digaris bawahi, mereka yang dikarantina bukanlah pasien atau mereka yang positif covid 19, mereka hanyalah pelaku perjalanan yang akan diawasi selama 14 hari, dan jika ditemui gejala-gejala Covid 19 maka akan di isolasi di rumah sakit",  terang Katrinje.

Upaya ini semata-semata bentuk pencegahan, karena abila kita sampai pada tahap penanganan maka kita akan mengalami kesulitan, karena dokter spesialis paru dan dokter penyakit dalam cuma satu yang akan menangani dua masyarakat dua wilayah ini baik Tual dan Malra.

Oleh karena itu, dirinya menghimbau, " jika ada keluarga atau saudara kita yang merupakan pelaku perjalanan maka wajib melaksanakan karantina mandiri ataupun dapat dikarantina di lokasi yang sudah disediakan oleh Pemda, dimana diawai langsung oleh petuga medis.

Katrinje menambahkan, dirinya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh dua Ohoi di Malra saat ini guna mencegah Covid 19.

Dua Ohoi tersebut yakni Ohoi Sathean dan Ohoi Ohoira dimana disediakan tempat karantina bagi warga Ohoi yang baru datang dari luar daerah.

"Ohoi Sathean terdapat satu rumah disiapkan untuk ditempati warga mereka yang baru datang dari luar daerah, dimana orang tuanya tidak langsung tinggal bersama keluarganya, namun tinggal di lokasi karantina tersebut", beber Katrinje.

Sementara di Ohoi Ohoira, pihak Ohoi memanfaatkan bangunan pasar ohoi tersebut kemudian dijadikan dua belas bilik (kamar) untuk ditempati oleh warganys yang baru datang dari luar daerah, tutup Katrinje.
Berita Terkait
Berita Lainnya