,
07 Januari 2021 | dibaca: 156 Kali
Kadis Pertanian Lotim Sebut Pupuk Bersubsidi Amanah.
noeh21
H. Abadi, SP Kadis Pertanian Kabupaten Lombok Timur.
NTB - tabloidskandal.com
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional  pemerintah memberikan pupuk bersubsidi kepada para petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur H. Abadi, SP menyatakan  Memasuki musim tanam padi tahun 2020 / 2021 memang ada faktor keterlambatan didalam mendistribusikan pupuk bersubsidi dikarenakan keadaan cuaca alam dan curah hujan juga menunggu surat keputusan dari pemerintah provinsi untuk pendistribusian kepada petani, dan juga harga pupuk bersubsidi mengalami kenaikan seperti pupuk Urea dari harga Rp 1800/ kg menjadi Rp 2250/kg.

Kenaikan harga pupuk bersubsidi tidak hanya pupuk jenis Urea saja, namun SP 36 dari Rp 2000/kg menjadi Rp 2400/kg, ZA dari Rp 1400/kg menjadi Rp 1700/kg, pupuk Orgsnik dari Rp 500 menjadi Rp 800/ kg, sedangkan  NPK twtap diharga Rp 2300/kg, ujarnya.

Hal itu dikatakan oleh Kadis Pertanian Lotim H. Abadi, SP  saat di konfirmasi wartawan Tabloidskandal.com NTB diruang kerjanya Kamis, 7 Januari 2021.

Jatah pupuk bersubsidi tshun 2021ini sebanyak 27.569 ton dan jumlah tersebut di harapkan mampu mencukupi kebutuhan para petani.

Para pengecer menebus pupuk bersubsidi dengan mengacu penerapan kepada e-RDKK kelompok tani dan kartu tani yang sudah valid serta memperketat pengawasan agar tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu.

H. Abadi juga berharap kepada para pengecer agar menjual pupuk sesuai dengan HET yang sudah ada yakni Rp 225.000 perkwintal dan tidak boleh lebih, karena pupuk bersubsidi ini adalah amanah pemerintah, jadi kalau mau bisnis tidak boleh berbisnis di pupuk bersusidi, tegasnya.

Dan juga kepada semua para petani di Lotim  hedaknya memupuk sesuai dengan kebutuhannya, karena 1 hektar membutuhkan pupuk satu kwintal 25 kilo perhektar, sebab tahun ini ada pengurangan dari 2,5 kwintal perhektar menjadi 1, 25 kwintal perhektar dan mengalami penurunan yang signipikan, tutupnya.
(M.Amin)

 
Berita Terkait
Berita Lainnya