,
23 Mei 2020 | dibaca: 372 Kali
Jumat Kemarin, Listrik Di Pulau Key Besar Nyala
noeh21


Malra, Skandal

Meski tetap fokus memutus dan mencegah pandemi virus corona, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malra tidak lupa membangun infrastruktur dalam meningkatkan kesejahteraan.

Buktinya, Jum'at 22/5, Pemkab Malra berhasil melakukan. “Peresmian Listrik Desa Pulau Kei Besar dan Penyalaan Lampu 24 Jam PLN ULP Elat”, sebagai cermin masyarakat Pulau Key Besar menikmati listrik selama 24 jam.

Dalam acara itu juga dilakukan penyalaan listrik desa secara simbolis terhadap 38 pelanggan rumah tangga di 3 desa, meliputi Desa Ngurwalek sejumlah 4 pelanggan rumah tangga, Desa Uwat Kampung Besar sejumlah 30 pelanggan rumah tangga, dan Desa Uwat Reyaan sejumlah 4 pelanggan rumah tangga.  

"Penyalaan selanjutnya sebanyak 1.269 calon pelanggan akan dilakukan setelah penyelesaian proses administrasi sebagai pelanggan PLN," jelas Alexander J.Manuhua, Kepala UP3 Tual.

​​​​​​

Acara peresmian itu dihadiri Bupati Malra, Dandim 1503, Kapolres maupun yang mewakili, Danlanal, Danlanut, DPRD, OPD serta 5 Muspika Key Besar.

Dalam sambutannya,  atas nama PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara UP3 Tual, Alex menyampaikan terima kasih yang sebesarnya kepada Bupati Maluku Tenggara beserta jajarannya, Ketua DPRD Maluku Tenggara dan jajarannya, semua Stakeholder, serta seluruh masyarakat yang selalu membantu dan memberikan dukungan penuh dalam kelancaran proses dari awal perencanaan hingga sampai pada tahap penyalaan ini.

Menurut Alex, keberhasilan progam listrik di Desa Pulau Key Besar, berkat
mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di atas segalanya, sehingga Pemda Kabupaten Maluku Tenggara dengan PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara UP3 Tual melakukan suatu perjanjian kerjasama yang tertuang dalam Surat Perjanjian Kerjasama Penyediaan Infrastuktur nomor 671.11/2376/SETDA dan nomor 001.SPJ/MUM.00.01/170300/2020, tanggal 23 Maret 2020 

"Demi mendukung dan mendorong percepatan maksud tersebut. tidak lepas dari bantuan serta dukungan dari semua pihak yang terlibat," jelas Alex.

Menurut dia, sistem kelistrikan Elat yang sebelumnya memiliki daya mampu pembangkit sebesar 1,09 MW dengan Beban puncak/beban pemakaian sebesar 0,88 MW. Total panjang jaringan (SUTM) 101,65 kms dan total panjang (SUTR) 53,78 kms, total jumlah Gardu Distribusi sebanyak 59 unit dan jumlah pelanggan pada PLN ULP Elat  5.269 pelanggan, dengan jam nyala selama 18 jam mulai pukul 18:00 WIT  sampai pukul 12:00 WIT. 

"Jumlah desa di pulau Kei Besar sbnyk 115 desa, 59 desa sudah terlistriki PLN dan 56 desa belum terlistriki PLN hanya menggunakan listrik pribadi. Dari 56 desa belum terlistriki PLN, desa yang sudah terpasang jaringan dan siap dioperasikan sebanyak 25 desa dengan total calon pelanggan sebanyak 1.307 pelanggan 

 Dari 1.307 pelanggan, terdapat 676 pelanggan dari 12 desa di
Kecamatan Kei Besar Utara Barat.

Sebanyak 149 pelanggan di Kecamatan Kei Besar Selatan terdapat 2 desa. 

Di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat terdapat 11 desa dengan total calon pelanggan sebanyak 482 pelanggan.

Sisa 31 desa yang belum siap beroperasi dengan berbagai kendala.

Di Kecamatan Kei Besar Utara Barat terdapat 5 desa yang sudah dibangun jaringan, namun masih perlu dilakukan perbaikan dan penebangan pohon dan 1 desa belum dibangun jaringan karena tidak adanya akses jalan.

Di Kecamatan Kei Besar Selatan terdapat 1 desa belum dibangun jaringan karena tidak adanya akses jalan.

Di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat terdapat 2 desa belum dibangun jaringan karena tidak adanya akses jalan.

Di Kecamatan Kei Besar Utara Timur terdapat 22 desa, 14 desa sudah dibangun jaringan namun masih perlu dilakukan perbaikan dan penebangan pohon dan 8 desa sedang dalam proses pembangunan.

"Dengan beroperasinya mesin sewa ini maka daya mampu Sistem Elat menjadi 2 MW sehingga memiliki cadangan daya sebesar 1,12 MW," jelasnya.

Cadangan daya sebesar 1,12 MW tersebut akan dimanfaatkan untuk menyalakan listrik desa yang sudah dibangun jaringan listrik dan gardu sebanyak 25 desa, 1.307 pelanggan.

 

Menurutnya, peran serta masyarakat dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menjaga kehandalan dan kelangsungan penyalaan listrik di Pulau Kei Besar.  Karena itu, Alex mengajak semua masyarakat Kei Besar agar bersama-sama menjaga aset jaringan maupun mesin yang sudah disediakan oleh pemerintah untuk kepentingan masyarakat sendiri dengan merelakan pohon yang berdekatan dengan jaringan untuk di tebang karena berpotensi menyebabkan gangguan serta kerusakan jaringan dan kerusakan mesin sehingga berdampak lampu padam.

 "Jika semua jaringan listrik sepanjang pulau Kei Besar ini sudah terbebas dari pohon, maka di atas panggung ini saya mau sampaikan bahwa tidak ada lagi istilah Yoo dan Yaa di pulau Kei Besar," tuturnya.

Selanjutnya untuk kelancaran operasional dan pelayanan kepada masyarakat saya juga menghimbau kepada masyarakat agar rajin membayar rekening listrik serta menggunakan listrik sesuai dengan peruntukan dan tidak menyalahgunakan penggunaan listrik/ pemakaian listrik secara illegal karena akan berdampak pada bahaya kebakaran dan kerugian masyarakat sendiri.

"Kepada seluruh masyarakat di Pulau Kei Besar bahwa dengan penyalaan listrik 24 jam tersebut maka kabel listrik yang terpasang di Kei Besar telah bertegangan di siang hari. Kami menghimbau agar selama beraktifitas di kebun ataupun dimana saja jangan menyentuh kabel listrik karena akan berakibat tersengat listrik dan membahayakan bagi keselamatan jiwa," ujarnya mengakhiri. ("**)
Berita Terkait
Berita Lainnya