Tutup Menu

Jika Diminta, Wanita Emas Siap Bantu Pemerintah Atasi Pandemi Covid

Jumat, 02 Juli 2021 | Dilihat: 564 Kali
    
JAKARTA-- Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Hasnaeni turut merasakan kondisi darurat akibat dari lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Menurutnya, lonjakan pasien membuat obat-obatan sulit didapat.
 
"Persediaan obat habis di mana-mana. Mau beli obat saja nggak ada," kata Hasnaeni, Kamis (1/7/2021). Selain itu, bed ataupun kamar rawat pasien Covid di rumah sakit (RS) juga tak ada. Dirinya yang sanggup membayar mahal untuk kamar president suite saja, kesulitan mencari. "Nggak ada yang kosong, penuh semua. Mau bayar saja nggak ada," kata dia.
 
"Kita ingin dirawat di rumah sakit, mau bayar saja tidak ada ruangannya, penuh semuanya dengan pasien Covid. Bagaimana nasib orang yang tidak mampu?," imbuh Hasnaeni.
 
Hasnaeni pun mengajak seluruh pihak untuk berdoa agar pandemi virus corona bisa teratasi. "Saling mendoakan, sebab negara dalam keadaan darurat," ucapnya.
 
Lebih lanjut, 'Wanita Emas', sapaan Hasnaeni, mengaku sesungguhnya memiliki solusi atas seluruh persoalan yang muncul akibat virus corona. Jika diberi kesempatan untuk membantu pemerintah, ia dengan senang hati berkontribusi.
 
"Saya kira negara harus memutus mata rantai, bagaimana data ini bisa terintegrasi dengan baik, sehingga persoalan ini bisa selesai. Soalnya saya rasa ini persoalan bukan hal yang baru. Ketika negara bisa memberikan kesempatan kepada saya, saya akan memberikan presentasi," paparnya.
 
Apabila dipercaya pemerintah mengatasi virus corona, Hasnaeni berjanji akan membereskan Covid dalam waktu singkat. "Dan ini kerja yang cepat. Hanya butuh waktu satu jam saya mempresentasikan, satu hari langsung action, satu hari bisa langsung jalan kita. Ini bisa kita buktikan sama-sama," jelasnya.
 
Hasnaeni kembali menekankan pentingnya data yang terintegrasi dalam penanganan Covid. Sehingga penularan virus bisa ditekan. "Pertanyaan saya cara menurunkan penularan ini bagaimana? Cuma memberikan fasilitas tambahan di rumah sakit. Namun data tetap tak terintegrasi," kata Hasnaeni.
 
"Kalau data tidak terintegrasi, akan muncul varian baru, varian baru. Nggak akan selesai. Jadi data terintegrasi, sehingga kita bisa mengobati orang itu dulu sambil menyiapkan fasilitas. Harus diawasi dengan sistem dan aturan," jelasnya.
 
Seharusnya, kata Hasnaeni sejak awal terdapat sistem yang mampu mendeteksi seluruh perjalanan masyarakat. Sehingga ketika terjadi kasus corona, pemerintah dan pihak terkait bisa dengan mudah menelusuri penularannya.
 
"Dibarcode, digelangi. Dia mau masuk kemana ketahuan. Mutasi dia kemana saja ketahuan, perjalanan dia. Oh dia dari mal ini, jadi kalau terjadi sesuatu alam ketahuan mata rantainya seperti apa," tandas Hasnaeni.
(Rel)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com