,
18 Februari 2018 | dibaca: 292 Kali
Gubernur Sulawesi Tengah: KIP Murni APBN, Bukan Dana dari Partai
noeh21
Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola MSi
Banggai, Skandal

Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola M.Si, menyerahkan Kartu 
Indonesia Pintar (KIP) kepada anak didik se-Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai.

KIP tersebut diserahkan secara simbolis kepada  lima orang perwakilan siswa, bertempat di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bunta, Sabtu 17 Februari 2018.

Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi dan merasa senang dapat bertatap langsung dengan para pendidik dan anak didik dari wilayah Pagimana, Lobu, Bunta, Simpang Raya, dan Nuhon. 

Dia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan semangat para pegiat pendidik termasuk anak didik untuk bersekolah.

Menurut Gubernur, KIP merupakan program pemerintah yang di cetuskan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui Nawacitanya pada poin kelima, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia pintar", wajib belajar 12 tahun bebas pungutan.

Anggaran yang digunakan untuk program KIP merupakan anggaran pemerintah, bukan anggaran lembaga lain,  termasuk anggaran partai, karena merupakan salah satu program nasional  yang tercantum dalam RPJMN 2015-2019.

"Saya merasa geli karena berdasarkan pengamatan di lapangan ada pihak tertentu, bahkan ada partai politik yang membagi-bagikan KIP seakan-akan anggaran yang dikucurkan berasal dari mereka," tuturnya.

Karena itu, gubernur  berpesan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar menjelaskan asal muasal sumber anggaran KIP, yaitu dari APBN. "Bukan dari partai," tegasnyaseraya menyebut total KIP di Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai sebanyak 1.166 dengan anggaran Rp 1 miliar lebih.
(hms/udin/ian)
Berita Terkait
Berita Lainnya