,
23 September 2020 | dibaca: 298 Kali
Geger Penemuan Mayat Aparatur Sipil Negara,Diduga setress Berat.     
noeh21
                                                                                                     
Medan, Skandal                                                               
Seorang  Warga di sekitaran Jalan Perbatasan Dusun II, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, mendadak geger karena menemukan seorang pria tewas di dalam parit kotoran hewan di desa tersebut, Selasa (22/9/2020) malam.

Korban Taufik Hidayat SH (39) warga Jalan Karya Bakti Lingk VIII, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Tembung,Sumatra Utara.

Menurut imformasi saksi mata, malam itu korban yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) berlari seperti orang ketakutan masuk ke areal tanah garapan.

Tiba2 Entah bagaimana korban lompat ke dalam parit yang banyak kotoran hewan ternak. Begitu korban masuk ke dalam parit, warga sempat mencoba menolongnya. Tapi korban tidak mau ditolong warga sehingga akhirnya korban tewas di dalam parit.

Berselang beberapa saat aparat Polsek Percut Seituan dan Inafis Polrestabes Medan tiba di lokasi.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Percut Seituan AKP Ricky Pripurna Atmaja dalam keterangan Rabu (23/9/2020) sore. mengatakan warga melapor ke Babinkamtibmas adanya penemuan mayat pria di dalam parit yang penuh lumpur di desa tersebut.

Atas Informasi itu sebut Kapolsek, Babinkamtibmas Aiptu Masbur,  Pawas Iptu Azis Girsang beserta personel meluncur ke lokasi dan mengangkat jasad korban ke pinggir parit.

Tim Inafis Polrestabes Medan yang sudah ada di lokasi mengidentifikasi jasad korban.

Hasil sementara kata Ricky, tidak adanya ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,”Untuk keperluan penyelidilan, lokasi penemuan mayat korban di beri garis polisi,” ujarnya.

Dari keterangan Abang kandung korban sambung Kapolsek, bahwa adiknya (korban) mengalami stres karena tidak menerima orang tuanya yang saat ini sedang Opname di rumah sakit.

Lalu jasad korban dibawa keluarga ke rumah duka untuk disemayamkan,”Pihak keluarga tidak bersedia jasad korban di otopsi dengan membuat surat pernyataan,” kata AKP Ricky Pripurna Atmaja.( A 01 )
Berita Terkait
Berita Lainnya