,
04 Mei 2018 | dibaca: 226 Kali
Festival Kampung Laksa Di Kota Tua
noeh21
Jakarta, Skandal
​​​​​
Dalam rangka mewujudkan usaha pemerintah  untuk percepatan pengembangan daerah wisata kotatua di lima zonasi kota tua terhadap kepedulian lingkungan, sosial serta kearifan lokal budaya bangsa, maka kami dari lembaga kota tua heritage selaku organisasi berbadan hukum yang peduli akan pelestarian budaya bangsa khususnya dalam melestarikan budaya betawi *_( Pergub DKI Jakarta Nomor 229 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian. Kebudayaan Betawi)_*  , berencana akan menyelengarakan satu kegiatan kebudayan di wilayah jembatan lima /zona 5 kotatua *_(Pergub DKI Jakarta Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Rencana Induk Kawasan Kota Tua)_*. Yaitu kegiatan "Festival Kampoeng Laksa".



Menurut sejarahnya (Tahun 1700)  kampung laksa atau orang dulu menyebutnya gang smalat, merupakan tempat tinggal beberapa orang kaya yang mempunyai uang berlaksa-laksa (berjuta-juta). Para jutawan tersebut ialah H. Djakarta pemilik empang-empang yang ada di daerah Pasar lkan dan H. Tosim pemilik rumah-rumah sewaan. 

Hingga saat ini pun beberapa bangunan tua yang memiliki sejarah ini masih berdiri dan pelestarian warisan di tempat tersebut pun masih tetap di pertahankan baik warisan kesenian maupun warisan kuliner nya pun tetap terjaga baik secara turun menurun.

Oleh karena itu lah kami selaku lembaga yang peduli pelestarian budaya lokal akan melaksanakan kegiatan " Festival Kampoeng Laksa " , dengan harapan nilai nilai budaya lokal tidak hilang dan memiliki regenerasi dalam mempertahankan warisan budaya bangsa. (Rilis)
Berita Terkait
Berita Lainnya