,
26 Agustus 2019 | dibaca: 1054 Kali
Dugaan Korupsi Proyek Gas Bumi
noeh21


Musirawas, Skandal

Koalisi Trisula menyampaikan laporan dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jaringan Gas Bumi Untuk Ruma Tangga dengan Pagu Anggaran Rp.50 Milyar di Kabupaten Musi Rawas yang berasal dana APBN Kementerian ESDM dengan total pagu  Rp.200 miliar tahun 2018, 26/8.

Sampai saat ini proyek tersebut Tidak Berfungsi sebagaimana mestinya dan bisa dinyatakan proyek gagal oleh Kejaksaan Negeri Lubuklinggau.

Dalam rilis laporannya ada dugaan korupsi proyek Pembagunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga khususnya di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, berdasarkan data bahwa nilai proyek dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral  (Kementerian ESDM) Rebuplik Indonesia pada tahun 2018 nilai pagu proyek tersebut sebesar Rp.200 Milyar (Dua Ratus Milyar Rupiah).

Adapun proyek tersebut terbagi di empat wilayah dan dua Provinsi, Sumatera Selatan dan Propinsi Aceh. 

Sedangkan empat kota itu meliputi,  Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Musi Rawas di Provinsi Sumatera Selatan.  

Wilayah yang terakhir adalah Kabupaten Louksemawe Provinsi Aceh yang dilaksanakan oleh perusahaan PT. Torindo Utama Sakti berkedudukan di Sedayu Squer Blok L 58-59, Jalan Lingkar Barat Cengkareng Jakarta Barat, selaku perusahaan pemenang tender dari penyedia jasa PT. Pertamina dan PT. Pertagas dalam proyek Pembagunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah tangga khususnya di Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan.

"Kami dari koalisi 3 lembaga sosial kontrol Trisula. Kami menduga bahwa proyek jaringan gas bumi untuk rumah tangga di kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan terindikasi adanya Korupsi, yang kami ketahui bahwa proyek yang bersumber dari dana APBN Kementerian ESDM Republik Indonesia  tahun 2018 dengan pagu anggran Rp. 200 Milyar rupiah," ujar Efendi.  

Menurut dia. proyek Musi Rawas nilainya p
sebesar Rp %0 miliar untuk pembangunan jaringan gas bumi rumah tanggga sebanyak 5171. Proyek tersebut sampai saat ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau proyek gagal. (ed)
Berita Terkait
Berita Lainnya