,
23 Desember 2017 | dibaca: 2038 Kali
DPW BERKARYA JAWA TENGAH GADUH
noeh21
Sekjen DPW dengan pengikutnya
SKANDAL – JAWA TENGAH

Belum lolos dari verifikasi, seharusnya membuat Partai Berkarya DPW Jawa Tengah tetap solid. Namun kenyataannya, kepengurusan partai tersebut terbelah menjadi dua kubu. Satu sisi berada di bawah naungan HM Slamet Warsito. Sedang kubu lainnya mereka yang berseberangan dengan Slamet Warsito.

Selain terpecah, di tingkat bawah juga terjadi saling sikut berebut jabatan. Bahkan, menurut sumber yang layak dipercaya, terjadi saling fitnah dan menebar “virus” kepada Ketua DPW Jawa Tengah.

Salah satunya, sumber mencontohkan pergantian Haryo sebagai Sekjen DPW digantikan oleh Ansori Toyib. “Saya pribadi tetap merasa bertanggung jawab sebagai sekjen DPW yang dulu pernah saya emban. Sampai saat ini  jika di minta segala pertanggung jawaban  kepada  DPW Jawa Tengah, saya selalu siap, “terang Haryo kepada awak media ini.

Di sisi lain, kegaduhanpun terjadi. Harini Setyowati  yang semula duduk di kepengurusan DPW  Jawa Tengah juga  dipecat. “ Saya di pecat dari partai berkarya tidak masalah. Saya masih bisa berkarya di partai lain. Kegaduhan di DPW Jawa Tengah tak lain dari perilaku Sekjen  DPW saat ini yang sering memberikan provokasi,  bisikan bisikan jahat kepada Ketua DPW Jawa Tengah agar segera menyingkirkan saya dari kepengurusan DPW ,” ungkap Harini.

Kabar yang berhembus saat ini, DPD Berkarya Wilayah Jawa Tengah sebagai pengikut setia Ansori Toyib di antaranya DPD Banjarnegara diawaki Ari, DPD Purworejo yang di gawangi oleh Miko dikabarkan juga ingin menduduki Sekjen di DPW Jawa Tengah jika partai Berkarya lolos verifikasi.

Lalu ada juga DPD Jepara, DPD Kendal, DPD Rembang yang saat ini selalu sendiko dawuh kepada Ansori Toyib. Pasalnya DPD Rembang di bawah nakoda Munik tak berkutik. Dia diancam jika tidak loyal akan “dirumahkan”.

Sementara di Kabupaten Pati mengalami kegaduhan luar biasa. Pasalnya belum lolos verifikasi pengurus dan kader DPD Pati saling sikut, memfitnah, untuk saling berebut posisi jabatan.

Misalnya saja, seperti di katakan Lili salamun yang mengaku sebagai Ketua Okk DPD  berkarya Pati. “Kabar bos jare ibu Nasri dadi Bendahara II,  Bendahara I Eri,  istri SsmanSsekretaris DPD  Berkarya Pati,  Bendahara II  Ronzi, Sukmono sebagai WakilKketua II, Lilik Salamun sebagai Sekretaris I.

Lalu  Usman digeser menjadi Sekretaris II. “Saya tidak gege mongso bos, serta tidak ambisiu.  Karena itu rasan – rasan dan usulan Pak Cuk dengan ibu Ketua DPD,”  ujarnya

Menurutnya, sebelum ada ketentuan jadi partai peserta pemilu, maka momentum  mempersiapkan ke depan agar partai benar – benar solid.  “Saya nyumanggakan Bung Aji sebagai senior dan juga sebagai perintis yang handal di Partai Berkarya, “ tandas Salamun kepada media ini.

Aji gunawan perintis dan pelopor  berdirinya Partai Berkarya di Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara serta lahirnya Ketua DPW  Jawa Tengah. Banyak yang menyebut, perjuangannya dalam melahirkan Partai Berkarya begitu berat.

Bahkan demi Partai Berkarya,  jurnalis  satu ini hingga “kehilangan”  anaknya  meninggal di rumah sakit.  Jurnalis asli Pati ini mengingatkan kepada semua kader dan pengurus DPD Jepara, Kudus, Pati serta DPW Jawa Tengah lahirnya Partai Berkarya tidak keluar dari batu namun hasil dari cucuran keringat serta pengorbanan terhadap keluarga .

“Jika kita bermain di pentas politik harus punya pikiran cerdas dan santun.   Tidak “cari muka”.  Di manapun “orang cari muka” itu selalu ada,” tegas Aji berapi – api.


Pengurus DPD Pati Berkarya

Sementara Moh Hadi alias Mbah Mad selaku Dewan Penasehat DPD pati menyesalkan tindakan “pencari muka”  yang hobi melakukan bisikan – bisikan jahat kepada Ketua DPD hendak memecat kader yang di benci.

“Jika seperti itu dibiarkan,  maka Partai Berkarya penuh dengan kader – kader “pencari muka” yang tak lain ingin meruntuhkan Partai Berkarya secara perlahan,”  tandas Mbah Mad dengan nada jengkel.

Sedangkan Dodi kecewa berat ketika Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya,  Jenderal Tejo Edi Purdiatno berkunjung di Pati, mulai dari kader pengurus serta sesepuh dewan penasehat dan dewan pakar partai tidak di undang sama sekali. “Ternyata hanya di monopoli kelompok – kelompok virus yang membahayakan partai,” ujar Dodi dengan nada kesal.

Ketua DPW  Jawa Tengah HM Slamet Warsito, usai rapat koordinasi DPD se-Jawa Tengah, mengatakan , “Katanya Mas Aji sudah dengar jika Jenderal Tejo akan datang ke Pati, itu sudah saya printahkan kepada DPD Pati agar mengundang seluruh kader partai dan pengurus DPD Pati dalam kunjungan Ketua Dewan Pertimbangan,”  terang Slamet Warsito di ruang kerjanya . (Tim)

 
Berita Terkait
Berita Lainnya