,
02 Mei 2018 | dibaca: 413 Kali
Camat Duren Sawit dan Lurah Pondok Kelapa Diduga Membiarkan Penyerobotan Tanah
noeh21

Jakarta, Skandal

Penyerobot lahan Hijau Komplek Billy Moon Pondok Kelapa Duren Sawit Jakarta Timur  oleh oknum Inisial DL dinilai oleh Ori Rahman SH, MH sebagai bentuk pemerkosaan hak-hak ketenangan rakyat.

​Padahal, menurut Ori, status lahan tersebut diperuntukkan fasilitas umum area/ruang terbuka hijau (H.2)   seluas kurang lebih 800 M2.

"Fasilitas umum tersebut telah diserahkan oleh pengembang perumahan (PT. Pelangi," ujarnya 

Di tempat yang sama, Robert Cyrus Hasudangan Sitorus SH menambahkan
fasilitas tersebut telah  digunakan selama dua puluhan tahun.

"Warga secara swadaya telah merawat dengan memagar  area hijau, 
,merawat rumput, menanam bunga dan pohon-pohon, membuat fasilitas bermain anak-anak, memasang ,lampu taman," tuturnya.

Ori menilai  keberadaan Area lahan taman tersebut dijadikan warga sebagai destinasi hiburan  anak anak, warga sangat nyaman  dan damai dengan adanya taman tersebut .

"Area/ruang terbuka hijau (H.2) ini juga sering digunakan warga untuk berolahraga, tempat bermain anak, berkumpulnya antar warga, melakukan kegiatan hari kebesaran seperti perayaan HUT Kemerdekaan RI dan juga kegiatan lainnya," tuturnya.

Namun, tanpa diduga, bulan Juli 2017,  ada pihak yang memasang plang dan menyatakan area tersebut milik pribadi  (pihak H Khotib). Kemudian melakukan penebangan dan pengrusakan pohon-pohon, bunga, tempat bermain anak, fasilitas umum lainnya yang telah dibangun warga selama ini.

Pengacara  H Ade Irawan Anugrah SH 
juga tak jauh beda. Dia menilai  perbuatan oknum tersebut merugikan warga,  karena tidak dapat menikmati haknya lagi sebagai area/ruang terbuka hijau (H.2) yang telah dinikmati puluhan tahun.

"Sebelum ini pun warga sendiri telah melapor ke Pemprov DKI dan telah dilakukan penyegelan bangunan oleh Sudin Citata Pemprov DKI.

​​​​​​Namun, segel tersebut sama sekali tidak dihiraukan," ucap Dr Niru Anita Sinaga SH MH dengan tegas di sela sela rapat dengan pihak pemerintah kecamatan Duren Sawit  serta Kelurahan Pondok  Kelapa Duren Sawit  Jakarta Timur.

Niru Anita Sinaga SH MH  menambahkan , puluhan warga, khususnya warga  Jl. Kelapa Kuning V RT 016/RW 07 Kelurahan Pondok Kelapa Kecamatan Duren Sawit, Komplek Billy Moon Pondok Kelapa, Jakarta Timur menyambangi Kelurahan untuk melakukan mediasi.

Hasilnya masih belum dapat diterima warga Soalnya hak hak disampaikan warga belum terpenuhi oleh kelurahan.

"Maka dari itu kami bisa mengindakasi adanya pembiaran dari pihak pemerintah camat Duren Sawit  khususnya kelurahan pondok kelapa Jakarta Timur," ucap Dr Niur Anita Sinaga SH MH 

Senada juga di katakan Tahjul Fikar SH MH terkait penyerobotan lahan Area H2 sebagai bentuk pembiaran.  Alasanmya  sudah di lakukan penyegelan, tidak dilakukan penghentian. "Ini sama halnya pemerkosanan hak warga untuk hidup tenang ," ujarnya tegas 

Sementara kata Saminoto SH MH mengecam dengan tidak meresponya pihak kelurahan menunjukkan bukti legal kepemilikan seperti  Letter C atas Mursalim Bin Siin," tandasnya, menyebut pihak Kelurahan Pondok masih berdalih yang tidak di tidak logis.

 W Marpaung SH MH, Ketua DPP Lembaga Pengawasan Publik mengecam penyerobatan oknum (DL)  jelas telah merampas hak hak serta ketenagan warga.
Soalnya area H2  tersebut pada saat telah di lakukan pembangunan  di segel oleh Pemkot Jakarta Timur.

"Yang jelas dalam pembangunan tidak  memiliki Izin  Mendirikan Bangunan ,(IMB).Jadi pertanyaan kenapa diteruskan pembiaran? Diduga ada bentuk pembiaran oleh Pemkot Jakarta timur," tutur Manurung.
Berita Terkait
Berita Lainnya