,
08 Mei 2019 | dibaca: 461 Kali
Buruh dan  Mahasiswa Duduki Halaman Gubernuran Peringati 26 Tahun Pejuang Buruh Marsinah
noeh21


Semarang - Skandal

Menyambut peringatan pejuang legenda buruh Marsinah para buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam ( Geram ) Gerakan Rakyat Menggugat Selasa malam ( 7 mei 2019 ) menduduki halaman Kantor Gubernuran, hari ini, 8/5.




Mereka melakukan Malam Renungan Alm Marsinah , suatu kegiatan yang  teragendakan dalam hari buruh atau May Day kemarin akhirnya bisa berkumpul lagi untuk memperingati wafatnya buruh perempuan Marsinah, asal Nganjuk Jawa Timur itu.

Dalam acara tersebut buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia ( Kasbi ), Toni menceritakan  perjuangan Marsinah memperjuangkan hak-hak buruh hingga tewas mengenaskan. 

Selain itu,  ada juga buruh yang menceritakan kekejaman  kaum pemodal sampai dia dan kawan-kawannya di-PHK sepihak oleh pengusaha. ( majikannya ), 

Sementara tak para mahasiswa yang terdiri dari berbagai universitas kota Atlas itu bernyanyi, sambil membaca puisi untuk mendiang Marsinah secara satu persatu, dalam judul  MARSINAH TIDAK MATI 
Oleh : Arjuno Mondoliko 

Namanya marsinah, aktivis buruh berlidah tajam

Ia melawan, saat kekerasan aparat negara menjalar lebih cepat dari wabah

Marsinah yang rajin mengkliping berita koran itu, dilenyapkan 
Dipetangkan nyala kritisnya.

Marsinah berteriak, dan suaranya seperti kepalan tangan 
menghantam telinga-telinga para penguasa.

Marsinah yang tanpa senjata,
Disiksa dan dilucuti, dikira kehadirannya merecoki hajat hidup mereka yang berkuasa.

Tubunya digerogoti, tulang-tulangnya dibikin remuk,
Ususnya amburadul, hingga kemaluannya dipelintiri benda sepanjang tiga meter.

Namanya Marsinah, seorang buruh dari pabrik arloji yang berjuang hingga mati

Tidak ada yang bisa membungkam Marsinah, Waktu tak menggulung Marsinah, sedikitpun tak bisa menggulungnya.

Kini saatnya kembali menghadirkan Marsinah di antara kita, Membuka kembali mulut-mulut yang terbungkam.

Marsinah sang arloji sejati, yang akan terus meremas ingatan dan hati nurani
Sampai hari ini dan nanti, marsinah tidak mati.


Acara yang sangat sederhana sekali dan sangat menyentuh pandangan para orang yanh sedang melintasi jalan pahlawan itu berjalan kondusif dan aman.





Dari pihak kepolisian juga terlihat lekang tidak seperti pengawalan may day kemarin hanya satu mobil patwal dan beberapa montor TS dari pihak kepolisian karena acara malam renungan Alm Marsinah hanya kegiatan seremonial seperti bercerita, bernyanyi dan baca puisi saja.

Dalam akhir kegiatan para buruh dan mahasiswa menutup dengan orasi 
" KANPMI - jangan pulang sebelum menang , KANPMI - jangan pulang sebelum menang , KANPMI - jangan pulang sebelum menang ", sebagai tanda dukungan agar di dengar oleh para mahasiswa yang sampai malam ini masih melakukan aksi di depan gedung kementrian riset teknologi dan pendidikan tinggi republik indonesia ( Kemenristekdikti ) Jakarta. (did )
Berita Terkait
Berita Lainnya