,
10 April 2021 | dibaca: 306 Kali
Benih Padi Dayang Rindu Unggulan Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Musi Rawas
noeh21
Musi Rawas – tabloidskandal.com
Lahan seluas sekitar 9000 hektare tersedia di kabupaten Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, saat ini tengah mengembangkan padi darat varietas lokal padi "Dayang Rindu".
 
"Saat ini pengembangannya dipusatkan di Kabupaten Musi Rawas, diatas lahan seluas 9000 hektare, padi gogo, seluang, kalau di kecamatan Selangit padi beso, kecuali Kecamatan Tugumulyo dan Kecamatan Purwodadi. Selain dikembangkan dengan metode alami juga dilakukan melalui lembaga penelitian Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).” ujar Tohirin Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Mura, Jum'at (09/04) kepada skandal, diruang kerjanya.
 
“Benih padi dayang rindu Unggulan pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Musi Rawas, sudah 7 tahun lebih merintis semua ini alhamdulillah sekarang berhasil merilis varietas dayang muratan karena selama ini tidak boleh munggunakan anggaran pemerintah alhamdulillah sekarang sah varietas milik Musi Rawas dan sudah ditandatangani pihak kementerian.” tutur Tohirin
 
“Pengembangan benih padi darat "Dayang Rindu" 2-2, 5 ton per hektar.” terang Tohirin
 
"Padi dayang Rindu memiliki tinggi kurang dari satu meter, usia antara 120-125 hari, jumlah butir per malay satu tangkai 250 butir, dan 15 jumlah anakan.” ujarnya.
 
"Rasa dan aroma tidak berubah, cuma mutasi pada produksi, usia, dan tinggi, serta bisa diadaptasi pada lahan kering dan sawah." lanjutnya
 
Padi Dayang Rindu identik tanaman darat dan khas Musirawas, khususnya di Kecamatan Jayaloka dan Muara Kelingi. Namun, uji adaptasi diharapkan tanaman ini bukan cuma tumbuh di Musirawas saja, melainkan bisa ke luar Sumatera. "Tujuan akhirnya, Dayang Rindu bisa jadi varietas unggul untuk tingkat nasional.” urainya.
 
Upaya pemurnian dan rilis Padi dayang Rindu, tambah dia, dimulai tahun 2013, dan sudah 7 Tahun lamanya merintis semua ini.
 
Padi darat "Dayang Rindu" sendiri tambah dia, merupakan padi darat dengan umur tanam lima hingga enam bulan, padi ini banyak ditanam warga di Kecamatan Jayaloka, Muara Lakitan, Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu dan Muara Kelingi. Sedangkan untuk daerah lainnya padi ini pertumbuhannya kurang baik terutama cita rasanya.
 
Padi tersebut dikenal memiliki rasa pulen dan harum sehingga enak dikonsumsi walau tanpa lauk tidak heran jika beras "Dayang Rindu" sering dijadikan oleh-oleh untuk pejabat dari pusat yang berkunjung ke daerah tersebut, yakni dayang rindu muratan dan batan Mura pungkasnya.
(ed).
Berita Terkait
Berita Lainnya