,
27 September 2020 | dibaca: 142 Kali
Antisipasi Lonjakan Klaster Keluarga, Isolasi Mandiri Dialihkan ke Hotel
noeh21


Klungkung, Skandal

Meningkatnya klaster keluarga dalam penyebaran Covid-19 harus diwaspadai bersama. Pemkab Klungkung akan merubah sistem isolasi, dari isolasi mandiri menjadi isolasi di hotel, demikian hasil rapat Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klungkung yang dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Sekda I Gede Putu Winastra, Kepolisian dan OPD terkait di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Minggu 27/9/2020.

Sekda Winastra menyebutkan setelah terjadi peningkatan kasus Covid-19 dari klaster keluarga, akan dilakukan perubahan sistem isolasi bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah untuk menjalani isolasi di hotel, perubahan sistem isolasi ini mengikuti Peraturan Menteri Kesehatan dan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali. Mengingat di Klungkung tidak ada hotel, Sekda Winastra menugaskan BPBD untuk berkoordinasi dengan Provinsi dan disepakati hotel disiapkan oleh Provinsi. Tetapi permasalahan baru muncul, mengingat dana yang disiapkan dari pusat hanya sebesar Rp. 200.000/orang sehingga Pemkab Klungkung akan menggunakan belanja tak terduga dari masing-masing OPD terkait. “Masalahnya anggaran yang disiapkan pusat cuma sebesar Rp.200 ribu. Tapi untuk operasional ini silakan nanti OPD terkait bisa mengajukan lewat belanja tak terduga,” ujar Sekda Winastra.

Kalak BPBD Klungkung Putu Widiada menambahkan hotel yang akan digunakan sebagai tempat isolasi OTG dan gejala ringan positif swab sudah disiapkan oleh Provinsi, Pemkab Klungkung hanya menyiapkan tenaga kesehatan dan keamanan. Biaya operasional diambil dari Dana Siap Pakai (DSP) yang dikelola oleh Provinsi. “Kita hanya menitip dan melaporkan berapa orang yang masuk ke hotel” sebutnya.

Bupati Suwirta menyampaikan berkenaan dengan perubahan sistem isolasi ini, OPD terkait agar terus melakukan koordinasi. Untuk mengoptimalkan kerja Satgas Gotong Royong ditingkat desa, Bupati menugaskan Dinas terkait mengkaji pemberian vitamin untuk menjaga imun para petugas Satgas. Selain itu, dinas terkait juga ditugaskan kembali melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

Tidak hanya berbicara penanganan di Klungkung daratan, Bupati Suwirta juga menugaskan Dinas terkait untuk berkoordinasi jika diperlukan menyiapkan tempat isolasi di Nusa Penida maupun Lembongan guna mengantisipasi munculnya kasus di pulau seberang tersebut. “Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah memutus penyebaran Covid-19 ini diharapkan masyarakat mematuhi dan mengikuti penerapan protokol kesehatan dengan baik,” harapnya.

Sementara dari data yang didapat, per 26 September 2020 jumlah kasus positif di Kabupaten Klungkung 636 kasus, sembuh sebanyak 581orang, meninggal 9 orang dan masih dalam perawatan 46 orang. Indeks kesembuhan di Kabupaten Klungkung 91,35%, diatas rata-rata nasional maupun Provinsi. Dari 59 Desa/Kelurahan di Klungkung, 49 diantaranya telah terpapar Covid-19. Sedangkan untuk warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah saat ini sebanyak 6 orang, akan berakhir secara bertahap hingga 5 Oktober 2020 nanti. 

Sony Bali
Berita Terkait
Berita Lainnya