,
15 April 2020 | dibaca: 407 Kali
Antisipasi Covid-19 Tiga Desa Bikin Ruang Karantina Pemudik dan Selalu Update
noeh21


Rembang, Skandal

Meski wabah Corona belum pupus, namun jumlah pemudik terus meningkat.  Di Kecamatan Kragan sendiri tercatat ada ratusanp, sehingga ada beberapa desa di Kragan yang membuat tempat karantina yang berguna untuk melakukan pemeriksaan awal.

 Apabila ada warga dari luar korta datang,  tiga desa yang berinisiatif membuat rumah karantina sendiri. Yakni di Sendangmulyo, Kebloran, dan Terjan.

Camat Kragan Suprapto menyampaikan, seperti di desa Terjan dan Sendangmulyo, rumah karantina tersebut melayani pemudik yang datang. Ada petugas yang berjaga di jalan masuk.

Begitu ada pemudik yang datang, akan diarahkan ke tempat karantina tersebut. Kemudian akan diwawancra oleh perangkat dan bidan desa setempat. Apabila pemudik tersebut tidak ada keluhan akan diberikan edukasi. Untuk tetap stay at home selama 14 hari.

”Iya, ada tiga desa (rumah karantina, Red). Nanti diwawancara bidan dan perangkat. Apabila tidak ada keluhan nanti diberikan edukasi,” ujarnya.

Apabila pemudik tersebut mengeluhkan batuk, pilek, atau gejala sakit lainnya, maka diminta untuk periksa ke puskesmas. Tempat itu bukan tempat untuk isolasi. Pemeriksaan hanya dilakukan begitu pemudik datang. ”Karantina sementara,” imbuhnya.

Tempat karantina sementara itu sendiri, kata Suprapto, merupakan tindak lanjut imbauan dari Gubernur Jawa Tengah. Yang kemudian berkoordinasi dengan kecamatan dan Puskesmas. Sementara di Kragan sendiri ada ratusan pemudik yang selalu di-update jumlahnya. 

Hingga siang kemarin, pihaknya masih melakukan update data terbaru. Diperkirakan ada sekitar 400-an pemudik. ”Datanya update terus, 400 kayaknya ada. Ini belum saya rekap,” katanya.

Setiap dua hari sekali pihak forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkompimcam) Kragan berkeliling. Di area jalan pantura juga ke desa-desa. (Sutrisno/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya