,
11 April 2020 | dibaca: 272 Kali
Alokasi DD Penanggulangan Covid-19 Tak Dibatasi
noeh21
Kades Desa Trahan Tunikah bersama perangkat memimpin pemasangan Banner di tempat-tempat Strategis sebagai upaya pencegahan Covid-19.

Rembang, Skandal

Anggaran penanggulangan Covid-19 melalui anggaran Pengeluaran Belanja Desa (APBDes) tak dibatasi. Pemerintah desa (pemdes) di Rembang diminta menganggarkan dana penanggulangan Covid-19  sesuai kebutuhan di masing-masing Desa. 

Total keseluruhan desa se- Kabupaten Rembang mendapatkan lebih dari Rp. 200 miliar,ermasuk t prosentase penggeseran anggaran yang digunakan untuk menangani corona ini. 





Bersama aparat kepolisian dan TNI Kades Trahan Tunikah bersama Danramil Sluke Andik Setiawan menyerahkan alat cuci tangan disalah satu Masjid  di Desa Trahan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang Sulistiyono mengatakan, prosentase anggaran yang digeser untuk penanggulangan Covid 19 tidak ada pembatasan. Sehingga bisa disesuaikan kebutuhan masing-masing desa. 

“Mau menganggarkan berapa, sesuaikan kebutuhan desa masing-masing,” tuturnya.

Jadi antara satu desa dengan desa yang lainnya bisa berbeda. Ada yang menanggarkan Rp. 30 juta, Rp. 70 juta dan sebagainya. Secara keseuruhan yang diterima dari desa ada Rp. 265 miliar, dan yang lainnya antara Rp. 600 juta sampai Rp.1,5 miliar. Dalam proses pencairannya ada tiga tahapan.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya mengumpulkan penguyuban kepala desa (kades) dan camat. Bahwa dengan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) korona ini bisa melakukan perubahan Anggaran Pengeluaran Belanja Desa (APBDes).

“Sudah kami jelaskan agar desa-desa menganggarkan pencegahan Covid-19 dari anggaran dana desa,” jelasnya.

Kemudian juga sudah ada surat edaran tindak lanjut terkait proses teknis tersebut. Yang dipandu baik melalui kecamatan dan desa. Selain itu juga ada surat edaran dari menteri desa. Dengan mengubah perubahan penjabaran APBDes.

“Kami kawal, kami berikan petunjuk – petunjuknya, teknis kegiatannya,” imbuhnya.
Anggaran itu bisa diwujudkan untuk pengadaan banner – banner pencegahan virus korona, bisa juga digunakan pengadaan cucitangan. Kemudian thermometer suhu, sampai penyemprotan disinfektan. Termasuk masker yang ada di desa-desa. Saat ini lanjut dia, desa langsung tanggap dan sudah bisa berjalberjalan.

Kepala Desa Trahan Tunikah saat dikonfirmasi melalui teldpon terkait penaganan pandemik Covid -19 mengatakan, pihak desa berusaha memberikan sosialisasi kepada warga melalui RT dan RW. BPD termasuk kelembagaan yang ada di desa. Juga melalui grub WA untuk saling berbagi informasi terutama untuk memantau warga yang pulang kampung dari luar daerah.

“Selanjutnya, kami melakukan pemasangan banner ditempat-tempat umum, pembagian tempat cuci tangan dan sabun ditempat-tempat  ibadah, warung. Kemudian penyemprotan ke- rumah-rumah warga menggunakan disinfektan dengan interval dua kali dalam seminggunya,” jelasnya.

Ditanya soal antasipasi terhadap warga yang pulang kampung  atau warga pendatang, ia menjelaskan, masing-masing  RT akan melaporkan ke perangkat  desa dan tim relawan. Nomor kontak mereka sudah terpasang di bunner yang mudah dihubungi warga. Agar siapapun bisa saling berbagi informasi.

“Kader-kader sudah dibekali termometer. Sejauh ini respon  warga cukup baik dan aktif melapor, apabila ada warga yang datang mereka langsung melapor ke pihak desa dan diadakan pendataan. Kemudian warga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke Puskesmas. Apabila keberatan dilakukan karantina mandiri selama 14 hari di rumah, “ katanya.

Terkait anggaran penanganan dampak  Covid-19 Pemdes Trahan menganggarkan Rp. 29 juta. Anggaran ini belum memadai karena kebutuhan biaya lebih banyak dari yang dianggarkan. Apalagi untuk penyediaan masker untuk warga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. (Sutrisno/Rbg.).
Berita Terkait
Berita Lainnya