,
21 Juni 2020 | dibaca: 282 Kali
Alberikus Tewas Telungkup Ke Dasar Laut
noeh21


Malra, Skandal

Seorang warga Ohoi Uwat An Alberikus Welerubun meninggal dunia saat menjaring ikan di laut  erdama teman-temannya, di Pesisir Pantai Ohoi Ngurwalek, Maluku Tenggara, Jumat 19/6.

Korban ditemukan tewas dalam posisi telungkup di dasar laut setinggi sekitar 1 meter. Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui penyebabnya.

Siaran pers polisi menyebutkan Jumat 19  Juni 2020 sekitar pukul 14.00 WIT, korban bersama dengan kesepuluh rekan-rekannya  mengunakan 1(satu)Unit  Speed Boat bermesin 40Pk  pergi  menjaring ikan di lokasi laut Ohoi Nurwaleg.

Setibanya  di tempat tersebut, jaring  di lemparkan/tebar ke laut.  Selanjutnya mereka melompat ke laut dengan jarak masing-masing sekitar 25 meter sambil memegang tali pada jaring tersebut.

Di saat korban Alberikus Welerubun giliran melompat ke laut, saat itu  saksi Yusuf Namsa melihat korban dalam keadaan baik dengan jarak antara saksi dan korban sekitar 25 meter. 

Saksi Yusuf Namsa melompat ke laut dan memegang tali  jaring yang telah dilepaskan ke laut. Di saat itu saksi Yusuf Namsa tidak memperhatikan aktifitas korban, karena jarak yang agak jauh.Menjelang sekitar 1 jam  lebih, jaring tersebut ditarik naik ke atas Speed Boat,  dan mereka /Saksi-saksi sempat naik ke atas Speed Boat untuk persiapan pulang

Ketika mesin dinyalakan dan hendak pergi,  tiba-tiba saksi Melianus Welerubun mengatakan kurang satu orang.

Di saat itu saksi Frans Welerubun sempat mengatakan, jangan  sampe dia dingin la su pigi di darat".

Mereka pulang ke kampung Uat besar dan setibanya di kampung  mengecek ke rumah korban. Namun   korban tidak ada di rumah,  s
Di siitulah timbul perasaan gelisah,  membuat mereka kembali dengan speed boat tersebut untuk mencari berkeliling   di sekitar lokasi tempat menjaring.

Kemudian terlihat korban di dalam air  posisi telungkup menghadap ke dasar laut  di dalam air dengan ketinggian Air sekitar 1 meter.

Karena kekuatiran maka mereka kembali ke Ohoi Uat dan melaporkan kepada pihak Ohoi untuk brsama-sama mendatangi lokasi tempat korban barada,selanjutnya korban di angkat dari dalam air,  di bawah pulang ke kampung/ohoi dan disemayamkan di rumah korban.

Hasil pemeriksan polisi, tidak diketemukan kemerasan di tubuh korban. Begitupun saat ditanyai teman-teman korban tidak memperoleh petunjuk peran saksi, termasuk di TKP menjaring ikan, termasuk benda mencurigakan.

Karena itu pihak keluarga menyatakan surat pernyataan mengiklaskan kematian korban, semata-mata karena ajal. Bukan faktor lain. (***)
Berita Terkait
Berita Lainnya