,
06 Desember 2018 | dibaca: 32 Kali
Usut Tuntas Premanisme di Pasar Rawasari
noeh21
Lasman Siahaan
JAKARTA – Pengurus Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) meminta Kapolsek Cempaka putih Jakpus, serius menangani kasus pembacokan jukir yang hingga kini pelakunya masih gentayangan. “Polri jangan takut mnghadapi preman, kami selalu mendukung Polri,’ ungkap Brando, pengurus Asperindo, Kamis(6/12).



M. Brando


Begitupun Lasman Siahaan, calon anggota DPRD DKI juga meminta premanisme yang terjadi di Perumda Pasar Jaya harus ditangani serius. "Jika tidak akan jadi preseden buruk," ujar Lasman.

Apalagi, tambah Ketua Umum IPJI ini terjadi penyerangan pada dua jukir dengan waktu yang berbeda di hari yang sama. "Itu menyiratkan indikasi perbuatan melawan hukum secara berencana," jelas Lasman yang juga berprofesi pengacara.

Seperti diketahui, dua peristiwa beruntun perampasan disertai kekerasan yang dilakukan orang tidak dikenal terjadi di Pasar Rawasari, milik Pasar Jaya, Jalan Rawasari Selatan 1 Jakarta Pusat.

“Kejadian pertama malam minggu, 2/12 dengan korban pekerja parkir,” ungkap seorang pedagang yang tak mau disebutkan jati dirinya.


​​​​​​

Saat itu, korban yang bernama Ardiansyah, stand by di pos keluar kendaraan, sekitar pukul 22.30. Mendadak saja muncul 12 orang tak dikenal dengan menggunakan 3 motor, masing-masing ditumpangi 4 orang. “Mereka menghampiri korban sambil merampas handphone,” tambah saksi mata.

Karena dirampas, korban melawan, mengejar pelaku. Tapi, tanpa diduga, korban ditancapkan sajam di bagian leher, kaki dan tangan. Akibatnya korban terjatuh. “Sedang pelaku melarikan diri,” timpal seorang petugas keamanan.

Sementara korban dilarikan ke RSUD Cempaka Putih, lalu dirujuk ke RS Cipto Mangunkusomo.

Namun selang beberapa jam, tepatnya 01.30 WIB, peristiwa yang sama nyaris terjadi.Petugas parkir yang menolong korban diancam dari jalan raya yang jaraknya 2 meter dari pos parkir keluar kendaraan pasar.

“Saya berada tidak jauh dari tempat kejadian,” ujar sumber yang berusaha mengusir dan memberikan perlawanan terhadap orang-orang tidak dikenal.Untungnya mereka pergi,” jelasnya, menyebut kabar terakhir korban dalam kondisi kritis dan kekurangan darah.
Berita Terkait
Berita Lainnya