,
06 Juni 2019 | dibaca: 94 Kali
Ulah Calo, Tanah 10 Hektar Untuk Bangun Kompi Yonif Belum Dibayar 
noeh21

Malra, Skandal

Fatani Renuat dan Zakaria Renuat, dua petani kakak beradik asal Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) melarang pihak lain melakukan aktivitas apapun di tahah mereka seluas 10 hektar, 4/6.




Larangan berupa tanam tanam sasi janur putih dari kelapa putih itu  dilakukan sebagai bentuk kekecewaan, karena keduanya belum menerima pembayaran dari penjualan tanah  mereka yang berlokasi di Jalan Kompi D Yonif 734/SNS, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Malra.

"Mereka sampai saat ini belum menerima pembayaran dari pembeli," ungkap sumber Skandal, menyebut pihak pembeli adalah Pemkab Malra senilai Rp 5 miliar yang diperuntukan pembangunan 
kompi D Yonif 734/SNS.

Sayangnya, menurut sumber, dua petani kakak beradik itu tidak berhubungan langsung dengan Pemkab Malra, kecuali dengan perantara ( calo, red) R dan YB.

Kedua petani itu merasa dipimpong oleh dua perantara tersebut. R mengaku tidak tahu menahu soal uang pembayaran tersebut. Dia menyarakan bertanya kepada YB.

"Sebaliknya, YB juga mengaku tidak tahu menahu, menyarakan bertanya kepada R," tutur sumber. 

Merasa dipermainkan, kedua petani itu pun rencananya akan melaporkan ke polisi. "Mereka merasa ditipu," ujar sumber. 

Padahal, menurut sumber, informasi yang diperoleh, Pemkab Malra akan melakukan pembayaran berupa ganti rugi tanaman  sebesar Rp 5 miliar dengan dua tahap: di awal dan sisanya masing-masing Rp 2.5 miliar.

"Di tahap awal masing-masing disalurkan Rp 1,5 miliar ke rekening R dan Rp 1 miliar ke rekening Y," beber sumber. Sementara sisanya Rp 2.5 miliar belum dibayar.




Letda Inf. Nirwan Boiratan, Danton 2 KI D Yonif 734/SNS mengakui sekitar pukul 9.30 (4/4) didatangi kedua petani keluarga Renoat. Mereka akan melakukan pemasangan papan pengumuman di tanahnya seluas 10 hektar yang telah diserahkan Pemkab untuk membangun Markas Yonif 734/SNS.

"Pak Danton mengizinkan larangan tersebut di atas tanah yang menjadi hak mereka, asalkan tidak mengganggu aktivitas kompi," ungkap sumber.

Alhamdulillah, pemasangan itu berjalan normal dan aman. (MI)
Berita Terkait
Berita Lainnya