,
07 September 2019 | dibaca: 1151 Kali
TIM KEJAKSAAN TINGGI DAN KEJARI PATI TURUN TANGANI PUNGLI DI WANGUNREJO
noeh21

Skandal Pati .

Akhirnya Kejaksaan Negeri Pati menerima laporan dan aduan dari LSM Pegiat Anti Korupsi Pati soal adanya Pungli (pungutan liar) dalam proses jual beli tanah seluas 35 hektare.

Tanah milik warga di Dukuh Kaliwuluh dan Dukuh Jajar Desa Gondoharum, juga Kabupaten Kudus, serta warga Dukuh Kaliampo Desa Wangunrejo Margorejo Pati itu akhirnya di bawah kekuasaan jarum super.


Anton S

Meski kuasa membeli tanah, namun penggarapan dan pengelolaan tanah seluas 35 hektare itu justru dikuasai oleh mafia tanah yang tak lain para broker, alias makelar dari Jarum Super dan makelar mafia tanah dari Desa Wangunrejo.

Viralnya ontran ontran pungutan liar yang di lakukan oleh Wakil  Ketua BPD Desa Wangunrejo dengan terang terangan meminta Pologoro kepada Maskan warga Dukuh Jajar Rp17.juta.
Begitupun  warga lain yang menjual tanahnya kepada Jatum Super.

Meski viral di jagat maya, produm hukum dari Presiden Joko Widodo No 87 tahun 2016 tentang Saber Pungli tak bergeming tak punya taring.

Akhirnya para pendekar Aliansi pegiat anti korupsi pati pada Rabu 4 September 2019 telah resmi melaporkan kasus pungli yang menimpa warga tiga perdukuhan itu ke Kejaksaan Negeri Pati.

Dalam memberikan laporan dan data pegiat anti korupsi Pati di terima langsung oleh Kepala Seksie Intelijen.

"Iya betul kejaksaan telah menerima laporan dari Aliansi Pegiat Anti Korupsi Pati dan sejumlah berkas berkas juga telah diterima.untuk sementara laporan dari kawan kawan Pegiat Anti Korupsi harus kita telaah lebih dahulu,"ujar Agus Ka.intel kejaksaan negeri Pati via pesan WA.

Anton Sugiman membeberkan terkait punglinya wakil Ketua BPD Desa Wangunrejo, Siswanto.

"Berkas dan surat pernyataan dari sejumlah warga menyatakan adanya Pungli yang dilakukn oleh oknum anggota BPD dan oknum Kades. Setelah mempelajari data data tim Kejaksaan Negeri Pati dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah secepatnya akan turun tangan," ujar mantan wartawan Humas pati.


Sunandar

Lain dengan Sunandar yang pernah klarifikasi lewat surat kepada Jarum Super.
"Sebagaimana pada surat klarifikasi ke Jarum Super bahwa warga eks pemilik tanah yang telah menjualnya tanahnya meminta kepada pihak pembeli selama tanah tersebut belum dibangun untuk ke pentingan perusahaan untuk dapat digarap oleh para penjualnya.Sebab,​​
kenyataanya tanah itu justru digarap oleh oknum BPD dan kades.

Pihak Kades Wangun rejo ANK ketika dihubungi via telp oleh Koordinator pegiat anti korupsi Jum at lalu mengaku sama sekali tidak ter libat dalam proses jual beli tanah milik warganya,itu urusan PT Jarum Super dengan pemilik tanah lewat pemerantara".kata Anton menirukan ucapanya kepala desa wangunrejo.(timjateng)
Berita Terkait
Berita Lainnya