,
25 April 2018 | dibaca: 171 Kali
Terdakwa Pengedar Uang Palsu Dituntut Denda Rp 1 Miliar
noeh21

​​​Bojonegoro, Skandal

Sis dan Mk, dua dari empat terdakwa pengedar uang palsu di Bojonegoro dituntut  masing-masing 8 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar oleh Jaksa Penuntut Umum  Imam Mashadi dan Suhardono dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, Selasa kemarin, 24/4.

Sementara kedua tersangka lainnya, MAS dan SNJ tuntutannya ditunda, karena jaksa belum siap. 

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Betsji Siske Manoe, hakim anggota Nurjamal dan Isdariyanto, jaksa juga mencantumkan hukuman tambahan 6 bulan penjara jika kedua terdakwa tidak mampu membayar denda Rp 1 miliar.

"Bila denda Rp I miliar itu tidak bisa dibayar, maka keduanya dikenakan hukuman tambahan 6 bulan penjara," ujar jaksa saat membacakan tuntutan.

Kuasa hukum terdakwa, Dr Nanin Tri Astuti Handayani melalui Agus Eko PD, SH, MH, menilai tuntutan jaksa sangat berat, terutama tambahan denda sebesar Rp 1 miliar tersebut.

"Denda itu berat sekali," ungkap pengacara Posbakum tersebut Skandal.

Sesuai di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) peredaran uang palsu di Bojonegoro dimulai saat SW, warga Dusun Patiyem RT 13/06, Desa Takerejo, Kecamatan Selokuro, Kabupaten Lamongan membeli uang palsu l
pada Wi ( masih buron), warga Blora, sebesar Rp 7,5 juta. Dia mendapatkan uang palsu pecahan Rp 50.000 sebanyak Rp 21 juta. Penyerahan di terminal Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Lalu Sis menyuruh MSA, warga Desa Patiyem RT 07/02, Kecamatan Dukun, Kabulaten Gresik membelanjakan uang tersebut pada SNJ, 52. Lelaki asal Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro ini membelikan motor Honda Beat.

Sedangkan MK mengedarkannya melalui jual beli online. Nilai transaksinya sebesar Rp 2.450.000.
Berita Terkait
Berita Lainnya