Tutup Menu

Surya Darmadi Koruptor Rp 78 Triliun Ditangkap Kejagung

Selasa, 16 Agustus 2022 | Dilihat: 95 Kali
Surya Darmadi - Juniver Girsang (baju batik/foto istimewa)
    
Laporan : H. Sinano Esha

JAKARTA –tabloidskandal.com ll Dua pekan sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi senilai Rp 78 triliun, bos Duta Palma Surya Darmadi, didampingi kuasa hukumnya, Juniver Girsang, menyerahkan diri kepada Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (15/8/2022).

Diketahui, Surya Darmadi alias Apeng, melalukan dugaan pidana pencucian uang dan menguasai kebun kelapa sawit seluas 37.095 hektar tanpa izin sejak 2003 hinggga 2022. Dia kemudian ditetapkan jadi tersangka, dan selalu mangkir panggilan Kejagung karena buron ke luar negeri.



Tersangka ini ditangkap kejaksaan di Bandara Soekarno-Hatta ketika kembali dari Taiwan, Apeng langsung ditahan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat.

“Ya, kami sedang melakukan pemeriksaan tersangka SD, dan kami akan melakukan penahanan selama 20 hari,” jelas Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin kepada wartawan di Gedung kejaksaan Agung, Senin (15/8/2022).

Menurut Jaksa Agung, tersangka Apeng diperiksa oleh penyidik Kejagung. Hasilnya akan menentukan nasib bos Duta Palma di pengadilan.

“Yang bersangkutan statusnya ditahan guna pemeriksaan,” jelas Burhanuddin atas status pelaku yang merugikan negara bernilai cukup besar itu.



Sementara itu, Juniver Girsang membantah kliennya buron ke luar negeri, sebagaimana banyak diberitakan media. Dikatakan, justru sebaliknya kalau kliennya itu kooperatif atas kasus tersebut.

Dijelaskan, sejauh ini bos Apeng selalu berkoordinasi dengan pihaknya berkaitan dengan pemanggilan Kejagung.

“Dikatakan dia (Surya Darmadi) kabur, itu tidak benar. Klien kami sangat kooperatif, dan nantinya akan mengikuti semua proses,” jelas Juniver kepada wartawan di Gedung Kejagung, Senin (15/8/2022).

Terkait pemanggilan, lanjutnya, pihak selalu diminta hadir untuk memenuhi undangan Kejagung. “Untuk membela diri, kami harapkan datang ke Kejagung. Sebagai klien, dia selalu berkoordinasi dengan kami,” kata advokat senior itu.

Juniver menegaskan, sejauh ini kenapa Apeng tak dapat memenuhi panggilan penyidik Kejagung, bukan buron tapi tengah menjalani pengobatan di luar negeri.



“Klien kami berusaha percepat pengobatan agar bisa segera kembali untuk mengikuti proses hokum yang berlaku,” ungkap Juniver.

Selain berobat, katanya, Apeng tidak mengetahui adanya surat pemanggilan dari Kejagung. Itu sebabnya kenapa tersangka ini bermukim cukup lama di Taiwan. Namun setelah mengetahui, dia pun kembali ke Indonesia, dan meminta dirinya untuk mendampingi selama proses hukum.

“Kepada klien saya tegaskan, kami siap memberi bantuan hukum sepanjang kooperatif dan selalu hadir disetiap panggilan Kejagung,” papar Juniver.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com