,
01 Maret 2018 | dibaca: 192 Kali
Sisa Perkara di MA Terus Turun
noeh21
Jakarta, Skandal

Mahkamah Agung menorehkan sejarah baru dalam sisa perkara yang ditangani. 

"Di tahun 2017 ini yang terendah sepanjang sejarah MA, yaitu sebanyak 1.388 perkara," ungkap Ketua MA RI. Prof Dr. Mohammad Hatta Ali, SH,MH dalam Laporan Tahunan MA 2017 di Gedung Cendrawasih Jakarta Convention Center, Kamis pagi, 1 Maret.

Para hakim di tingkat pertama

Angka tersebut, menurut dia, jauh lebih kecil dibandingkan sisa perkara di tahun sebelumnya yang mencapai 2.357.

Selama 6 tahun terakhir ini, lanjutnya, berdasarkan data sisa tunggakan, terus mengalami penurunan yang signifikan.

"Apalagi jika dibandingkan di tahun 2012 sebanyak 10.112 perkara, maka MA mampu mengaku mengikis 86 persen sisa perkara," tambah Hatta Ali.

Menurut Hatta, menurunnya sisa tunggakan perkara tak lepas dari sistem dan regulasi  yang dibuat MA beberapa tahun terakhir. 

Misalnya saja, sistem kamar di MA, penerbitan SK KMA no 214 tahun 2014 tentang jangka waktu  penanganan perkara di MA.

"Penerapan sistem kamar  sangat mempengaruhi produktivitas penanganan perkara di MA," tuturnya. 

Belum lagi kebijakan yang baru diterbitkan, yaitu Perma No 9 tahun 2017 tentang format (template) dan pedoman penulisan putusan /penetapan MA. 

"Dengan kebijakan  baru tetsebut, MA yakin di tahun 2018 terjadi lonjakan produktivitas penyelesaian perkara," tuturnya.

Dengan tema Integritas Aparatur dan Kualitas Pelayanan Publik Jadi Prioritas MA, laporan tahun ini dihadiri oleh Presiden Jokowi, para menteri dan para Ketua MA negara sahabat. (Ian)
Berita Terkait
Berita Lainnya