,
18 Januari 2018 | dibaca: 121 Kali
Satpol PP Pemkab Muba Razia Puluhan Pelajar
noeh21
Taufik, PPUD Satpol PP Pemkab Muba

 
Muba, Skandal
 
Satpol PP Kabupaten Muba pagi hingga siang tadi merazia puluhan pelajar yang bolos sekolah. Mereka dirazia saat jam pelajaran sekolah di beberapa tempat, seperti di tempat warnet, salon, terminal Tandik dan sebagainya.
 
Bahkan, seperti dikatakan oleh PPUD Satpol PP Kabupaten Muba, Taufik, selain usia mereka di bawah umur, juga kedapatan menghisap lem aibon sehingga fly. Tercatat, ada tiga remaja perempuan yang terkena razia.
 
“Satunya lagi siswa SMK kelas 2 di Sekayu,” ujar Taufik, seraya menyebut beberapa di antaranya para remaja itu putus sekolah.
 
Semua pelajar yang terkena razia tersebut di bawah ke kantor Satpol PP Pemkab Muba untuk didata. “Setelah itu, orang tua mereka akan kami panggil,” ungkap Taufik.
 
Menurut Taufik, razia tersebut dilakukan, berkat adanya laporan dari masyarakat mengenai anak-anak di bawah umur, baik berseragam maupun tidak, berkeliaran pada jam pelajaran sekolah.
 
“Laporan itu langsung kami tindaklanjuti,” ungkapnya.
 
Bahkan, dari hasil razia, tak hanya bolos dan nongkrong di beberapa tempat, diduga ada juga yang melakukan sex bebas. Mereka yang tertangkap, kata Taufik, akan dibuatkan surat pernyataan.
 
“Apabila sudah terjaring sampai tiga kali maka akan diserahkan ke pihak Polisi untuk di proses pidana. Artinya mereka tidak bisa kita bina lagi," ungkapnya, seraya menyebut pihaknya akan menyelusuri indikasi adanya mereka “dijual” ke luar Muba.
 
Sementara itu, hasil penelusuran awak media, menunjukan para remaja itu sudah membentuk “gank terminal angker”, khususnya mereka yang “mangkal” di Terminal Tandik. Bahkan, dua anak perempuan yang kakak adik, nyaris saja akan”dijual” ke Palembang.
 
Beruntung indikasi itu tercium oleh Satpol PP, sekaligus menggagalkan dua anak perempuan itu “dijual” ke Palembang. (Idris)
 
 
Berita Terkait
Berita Lainnya