,
25 November 2017 | dibaca: 204 Kali
Rasa Penasaran Menhub Tentang Siantar Terbayar Lunas
noeh21
Medan, Tabloid Skandal
Rasa penasaran Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi  tentang kota Siantar, akhirnya terbayar lunas. Kemarin sore, Menhub berkunjung ke sana dengan menggunakan heli dan mendarat di lapangan batalion TNI setempat.

Di Siantar, Menhub melakukan kunjungan mendadak ke Stasiun Kereta Api Siantar. “Kunjungan saya ke sini untuk mendorong kereta api beroperasi sampai ke lokasi di sekitar Danau Toba,” ujar Menhub didampingi oleh  Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenuhub) Zul Fikri da Dirut Pelindo I, Bambang Eka Cahyana.

“Kita ingin Danau Toba menjadi layanan yang sangat dekat dengan turis. Jadi bisa ditempuh juga dengan kereta api, termasuk melayani masyarakat,” ujar menteri.

Ia juga mengharapkan kereta api dari Stasiun Siantar dapat  melayani dan beroperasi sampai ke lokasi sekitar Danau Toba yang studi kelayakannya dapat dimulai  bulan depan.  Saat ini Stasiun Siantar belum ada jalur relnya ke  Danau Toba. “Mereka punya waktu sebulan. Nanti kita minta tim dari kereta api membantu,” pinta Budi.

Mengejutkan
Kepala Stasiun Siantar Syahrial kepada Jurnalis Ikatan Media Online Indonesia (IMO) mengungkapkan kunjungan Menhub sangat mengejutkan, sekaligus mengharapkan adanya dampak bagi pertumbuhan perkeretaapian di Siantar khususnya dan umumnya Sumatera Utara.



Pemimpin Umum Tabloid Skandal di Stasiun Siantar


“Saat ini kereta api dari dan ke Siantar belum jadi pilihan prioritas bagi masyarakat,” jelas Syharial. Alasannya, antara lain menyangkut lamanya waktu tempuh perjalanan. Misalnya saja ke Medan waktu tempuhnya sekitar 3 jam. Sedangkan dengan mobil hanya 2.5 jam.

Lambannya perjalanan, menurut Syahrial, karena  lintasan rel yang digunakan dari Tebing ke Siantar asih menggunakan rel kecil, yakni ukuran 42. “Jika semuanya sudah menggunakan rel  54, kecepatan kereta api akan standar,” lanjutnya.

Saat ini, kata Syahrial, lintas Siantar Medan  PP masih dilayani satu kereta api yang terdiri dari 4 gerbong, meliputi satu gerbong pembangkit dan  3 gerbong penumpang dengan kapasitas 106 penumpang per gerbong.

Selain itu, ada juga kereta anggkutan barang peti  kemas yang bongkar muat di Kisaran dan kereta angkutan BBM Pertamina. 
“Saat ini pihak Damri juga menyediakan bus bagi penumpang yang ingin melanjutkan ke Prapat,” ujar Syahrial saat kunjungan Menhub diwanti-wanti staf khusus untuk tidak mempublikasikan. 

“Sebab, kunjungan pak Menteri tidak mau buat repot aparat daerah atas kunjungannya,” ujar Syahrial, menirukan wanti-wanti staf khusus Menhub. (Noer)
 
Berita Terkait
Berita Lainnya