,
18 Agustus 2020 | dibaca: 269 Kali
Putusan Dinilai Cacat Formil Ada Apa dengan Hakim PN Saumlaki ?
noeh21


Saumlaki, Skandal

Putusan hakim PN. Saumlaki dengan perkara nomor 33/Pid.B/2020/PN.Sml, yang menghukum dan mengadili terdakwa Sony Herdra Ratisa maksimal satu tahun enam bulan penjara dari tuntutan jaksa satu tahun lima bulan penjara dinilai kuasa Hukum Adreas Mathias Goenawan SH di anggap cacat secara formil sehingga putusan perkara tersebut dinyatakan banding.

Usai pembacaan  putusan dipengadilan Negeri Saumlaki senin, 10/08/2020 Kuasa Hukum Adreas mengatakan dalam perkara yang dianggap telah melakukan pencemaran nama baik oleh Kleinnya Sonny Hendra Ratisa kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon itu saya anggap Cacat Formil sehingga kami tetap banding. 

Menurut Kuasa Hukum Sonny Hendra Ratisa, Adreas Goenawan saat diwawancarai wartawan media ini mengatakan pada saat itu, Sonny Hendra Ratisa berbicara menggunakan hak Humunitas karena masih  aktif sebagai ketua komisi C. DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk kepentingan masyarakat dan Daerah yang berjuluk Bumi Duan Lolat.   "paparnya".

Kata Andreas putusan Hakim harus mempertimbangkan syarat dan alasan-alasan yang diajukan oleh terdakwa serta barang bukti dalam fakta persidangan yang mana tidak dapat di buktikan oleh Jaksa penuntut Umum.

Bukti Cacat Formil yang tidak bisa ditunjukan oleh jaksa penuntut umum adalah Surat Izin Gubernur untuk memeriksa terdakwa saat masih dalam proses  penyidikan dan penyelidikan di penyidik, tapi tidak dipertimbangkan oleh majelis Hakim."Tegasnya.

Selain itu, alat bukti lainnya adalah saat Terdakwa berbicara terkait dengan kota CPNS, dan ada beberapa lalasan lain lagi yang juga tidak dipertimbangkan oleh hakim  sehingga dalam putusan tersebut dianggap sangat merugikan terdakwa kata Andra Kuasa hukum Sonny Hendra Ratisa mengakhiri ucapannya.
Berita Terkait
Berita Lainnya