,
25 Juli 2018 | dibaca: 1709 Kali
PT MBI Pecat Karyawan Sepihak Tanpa Bukti
noeh21

Muba, Skandal

PT Musi Banyuasin Indah (MBI) Sungai Jarum, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, memecat karyawannya, Edison, secara sepihak. 

"Padahal, kesalahannya dilakukan orang lain. Bukan saya," ungkap Edison pada Skandal belum lama​​​Dia menyebut, pemecatan terhadap dirinya ada unsur dendam  pihak perusahaan,  dari jabatan Satgas , PGA, sampai ke Manager Kebun PT. MBI Sungai Jarum di Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel. 'Mereka menginginkan saya di pecat dari pekerjaan," tandasnya.

Menurut Edison, pemecatan dirinya berawal  anak-anak pegawai PT. MBI Sungai Jarum yang mencuri besi bekas di lingkungan perusahaan. Mereka bersembunyi di salah satu WC di komplek perumahan MBI. Namun, anak Edison  yang bernama Fadil (9), memberi tahu satpam  persembunyian anak-anak tersebut, sehingga berhasil  ditangkap oleh satgas pengamanan. Mereka  dibawa ke kantor,   diinterogasi dengan kasar dan dibentak-bentak. Bahkan diancam, membuat mereka ketakutan.

"Karena takut, mereka akhirnya menyebut nama-nama pencuri termasuk Fadil ikut mencuri," tutur Edison.Bahkan anak-anak yang menyebut namanya sebagai penadah barang curian.

Padahal, lanjutnya yang membeli barang rongsokan itu  mertuanya, yang tinggalnya di luar komplek, jaraknya cukup jauh. "Jadi satgas menuduh tampa adanya bukti," ungkap Edison. Ia juga mengaku diintogerasi pihak satgas dan perusahaan yang di komandani Eko Susanto sebagai Danton.

Dalam intogerasi itu Edison disuruh menandatangani surat pernyataan yang tidak pernah dilakukan anaknya. "Karena takut dipindahkan. pekerjaan, terpaksa surat tersebut ditanda tangani," tuturnya. 

Menurut Edison,  di antara surat tersebut ada satu surat kop yang asli  berisi peringatan orang tua. Tapi setelah surat tersebut sampai di tangannya,  berubah menjadi surat pernyataan orang tua. "Jadi saya benar-benar dipojokan oleh pihak oknum Satgas dan oknum perusahaan  agar mengakui anak saya ikut mencuri," tambahnya.

Lebih dramatis lagi, orang tua dari anak-anak yang tertangkap tangan mencuri tidak diberhentikan. "Kok hanya  saya di PHK, hingga sampai saat ini belum ada  pesangon. Padahal saya bekerja mulai dari tahun 2011. Kenapa semua kesalahan anak karyawan lain di bebankan pada saya. Padahal  anak saya tidak melakukannya," cetus Edi.

Fadil, anak Edison ketika ditanyai awak media perihal pencurian tersebut, mengaku dak milu maling. "Yang maling budak-budak tu lah, itu Bae yang nunjuk tempat di sembunyi ku kak dengan Carek ku ngarai satpam (  aku tidak mencuri, sedangkan yang ngasih tau tempat anak-anak yang maling bersembunyi aku , dengan cara aku menemui satpam dan menunjukan di mana orang itu bersembunyi" ungkapnya"

Sementara itu pimpinan Op. Unit Armadi pada saat dikonfirmasikan di rumah dinas di Kmplek erkebunan PT. MBI Sungai Jarum mengatakan semua yang mengetahui permasalahan itu ada di PGA. "Jadi silahkan tanyakan langsung kepada pak Yani Alamsyah selaku PGA perusahaan MBI" ungkapnya.

PGA MBI Yusi Alamsyah saat di konfirmasikan awak media melalui SMS hp 085366229XXX  mengungkapkan masalah tersebut   sudah masuk dalam agenda mediasi ke Disnaker Muba. "Jadi kita sama- sama tunggu panggilannya untuk penyelesaian hal ini. Mohon maaf pak saya tidak bisa jawab, biarlah dibahas di Disnaker yang menyampaikan kepada pekerja atas keputusan perusahaan mohon dapat dimaklumi," kilahnya. (Idris)
Berita Terkait
Berita Lainnya