,
31 Maret 2019 | dibaca: 178 Kali
Prabowo "Kuliti" Jokowi Soal Pertahanan Keamanan
noeh21
Jakarta, Skandal

Meski pelbagai survei menempatkan elaktabilitas Prabowo - Sandiaga Uno kisaran 33 - 38 persen, namun pasangan Indonesia Menang ini memperlihatkan tajinya.

Terlebih setelah debat ke- IV semalam, Prabowo memperlihatkan jiwanya yang nasonalis tulen, bukan sekadar retorika. Sejak jadi tentara, putra sulung begawan ekonomi Indonesia, Soemito Djojohadikusumo sudah teken kontrak nyawa demi bangsa dan negara ini.

Saking nasionalisnya, Prabowo sempat memarahi penonton debat  saat dirinya menyebut keamanan negeri ini lemah.

"Soal keamanan negeri ini saya tidak main-main," tegas mantan Pangkostrad ini. 

Prabowo juga tak menampik jika Jokowi berhasil membangun barak-barak militer di beberapa daerah. Namun, jika peralatan perangnya minim karena ketiadaan dana, dinilainya percuma.

Sekadar pembanding, Prabowo menyebut Singapura, negara kecil yang memiliki persenjataan kuat, ditunjang alokasi dananya mencapai 30 persen dari APBN-nya.

"Sedang kita hanya 3 persen," tandas Prabowo. 

Tak usah heran, kata dia, Singapura punya kapal selam yang punya rudal dapat meluncur dari laut sangat cepat. "Kita punya dari Korea yang sangat terbatas," papar mantan Danjen Kopassus ini.

Menurut Prabowo, meski Indonesia tidak memiliki uang, namun Bung Karno punya will yang kuat membangun angkatan perang yang kuat di Asia. 

Meski tak menyebut nama, tapi banyak orang tahu saat itu Angkatan Udara Indonesia terkuat di Asia dan disegani. Pesawat tempurnya termasuk canggih di era itu.

Prabowo yakin, dengan angkatan perang yang kuat, diplomasi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri, tidak sekadar "anak manis". Namun punya kekuatan karena didukung angkatan perang yang dapat melindungi kepetingan nasional.

"Sah sah saja jadi " anak manis". Tapi di belakang, mereka tertawakan kita," ungkap Prabowo, sekaligus mengkritisi pembantu-pembantu Jokowi menyebut 20 tahun ke depan tidak akan perang. 

"Saya bingung, kok kepada Panglima Tertinggi diberi masukan seperti itu," kata Prabowo menyayangkan. 

Dia ingat betul, saat dilantik jadi tentara, para jenderalnya selalu mengatakan ke depan tidak ada perang. Namun nyatanya, setahun kemudian, 1975, ia dikirim ke Timor Timor. 

"Betul, perang itu tidak bisa diprediksi. Tapi kita harus siap," tandas Prabowo, mengutip pepatah Yunani, pertahanan yang baik adalah menyerang. Pepatah inilah yang diadopsi sepak bola Belanda dengan total footballnya.

Karena itu, sekalipun tentara, Prabowo tak sungkan menyebut masih banyak kalangan tentara yang Asal Bapak Senang (ABS) kepada Jokowi.
Berita Terkait
Berita Lainnya