,
11 April 2021 | dibaca: 52 Kali
Pemerintah Buleleng Siap Memajukan Umkm Kolaborasi Dengan Apedi Dpc Buleleng
noeh21
Buleleng – tabloidskandal.com
Pemkab Buleleng siap melakukan kolaborasi dengan pengurus Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia/DPC APEDI BULELENG untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di desa-desa. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Buleleng Dewa Made Sudiarta saat ditemui usai menghadiri pelantikan pengurus DPC Apedi Buleleng masa bakti 2021-2023 di Aula SMP Negeri 6 Singaraja, Sabtu (10/4/2021).
 
Sudiarta menjelaskan dari program-program yang dimiliki Apedi terkait dengan pengembangan UMKM. Bagaimana Apedi bisa menguatkan kolaborasi, komitmen ketangguhan dalam kondisi pandemi, dan bagaimana produk yang dihasilkan sesuai dengan arahan Bupati yakni produk yang terbaik atau sobean.
 
“Ini menjadi hal yang sangat baik. Bagaimana pola kolaborasi dan kebersamaan kita antara pelaku UMKM dengan pemerintah dan dunia usaha serta perguruan tinggi.” jelasnya.
 
Bentuk kolaborasi antara Apedi dan pemerintah adalah bagaimana desa dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) didorong untuk menumbuhkan produk-produk unggulan di masing-masing desa.
 
Nanti program yang tersedia juga terkait dengan program “Satu Desa, Satu Produk”. Dengan produk unggulan itu, sinergi akan dilakukan lintas instansi. Sehingga, ke depan tidak hanya dibuat namun bagaimana bisa punya akses pasar yang kuat.
 
“Apedi memiliki program jaringan daring yang arahnya digitalisasi. Bagaimana produk-produk UMKM nantinya dikuatkan kemasannya dan terhubung dengan pemasaran digital. Itu yang ke depan akan kita dukung dan sinergi bersama.” ucap Sudiarta.
 
Pada pelantikan pengurus ini juga hadir Ketua Umum Apedi DPD Bali, Sekretaris Umum Apedi DPD Bali beserta jajarannya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apedi Mochamad Sabdo.
 
Menurut Sabdo, Apedi merupakan organisasi yang baru berdiri tahun 2019, tujuannya adalah mensejahterakan desa, dengan cara menumbuhkan pengusaha-pengusaha di desa dengan membuat program perekonomian yang terintegrasi di desa-desa seluruh Indonesia.
 
Dari perekonomian terintegrasi dan keberadaan pengusaha-pengusaha lokal di desa tersebut, diharapkan biaya hidup dan juga bisnis-bisnis yang ada di desa bisa dikelola sendiri oleh desa.
 
“Salah satu yang baru kami mulai yaitu internet. Kami mengajak Bumdes membuat perusahaan penyedia jasa internet didesa dengan menggandeng pihak investor untuk pendanaan pembangunan infra struktur internet.
 
Nantinya Bumdeslah yang akan menjual koneksi internet kepada masyarakat desa, keuntungan Bumdes akan masuk lagi ke desa, bukan kepada perusahaan-perusahaan raksasa yang selama ini terjadi. Kurang lebih seperti itu.” ujarnya. Lanjut Sabdo, cara kerja Apedi semuanya adalah public-private partnership. Artinya kemitraan antara pemerintah dan badan usaha. Apedi memiliki investor dari perusahaan nasional maupun perusahaan luar negeri. Lalu bekerjasama dengan desa, dan dana investasi itu masuk. Kedua sifatnya adalah kerjasama pemasaran.
 
Sementara itu, Ketua Umum DPC Apedi Buleleng masa bakti 2021-2023 yang baru dilantik Ida Bagus Sudirga Raka menyebutkan program terdekat yang akan dijalankan adalah bagaimana Apedi Buleleng memberikan motivasi bagi pengusaha-pengusaha desa yang belum secara optimal memaksimalkan produksinya.
 
Pelatihan dan pendampingan akan dilakukan guna menjalankan program tersebut. Juga mengimplementasikan misi dari Apedi agar tercapai, dengan melibatkan ahli-ahli atau teknokrat di bidang pengembangan bisnis pedesaan.
 
“Seperti pelatihan dan pendampingan itu prioritas utama kita untuk pengusaha-pengusaha desa. Kalau itu sudah bisa lakukan otomatis mereka bisa termotivasi dan bisa membangun perekonomian di pedesaan sehingga bisa berkontribusi membangun perekonomian di tingkat kabupaten dan daerah.” tuturnya.
(Sony Bali)
Berita Terkait
Berita Lainnya