,
19 Agustus 2019 | dibaca: 478 Kali
Meky Baumase : Kemerdekaan RI Sejarah Keramat Orang Linga
noeh21


Saumlaki Skandal

Desa lingat, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 Tahun dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan sebagai wujud nyata mengenang kembali sejarah kelam Orang Lingat beserta desanya.




Kepala Desa Meky Baumase saat di temui Wartwan Media ini di kediamanya menyampaikan wujud nyata desanya dalam mengenang kembali sejarah perlu di ramaikan dengan perlombaan, seperti paduan suara, Pop Song, tarian adat, baris - berbaris serta senam yang di bagi dalam 2 kategori:   orang tua dan anak muda

"Perlombaan kami selenggarakan, karena selaku kepala desa, saya pikir perlu dirayakan secara besar - besaran. Alasannya,  karena sejarah 1945, demi bendera merah putih dampak pemboman sekutu kena pada Desa Lingat  karena banyaknya orang Japan yang menduduki desa," tutur Meky.

Akibat Kota Hirosima dan Nagaaki yang menjadi target bombardir sekutu, juga  membombardir Desa Lingat, karena banyaknya tentara jepang yang mendiami desa ini. Namun disayangkan satu orang tentara pun tidak meninggal. Justru masyarakat sipil lingat yang menjadi korban sebanyak 402 Orang. 

"Mereka yang menjadi korban, bagi kami Orang Lingat, sama seperti pahlawan," jelasnya.

5 tahun ke depan setelah tragedi tersebut, masyarakat akhirnya berpindah dari kampung lama bekas pemboman ke kampung baru.

Ia menambahkan, tragedi tersebut berlanjut lagi pada Tanggal, 16 agustus 1962 malam,  akibat tenggelamnya kapal Sinar Selaru di Selat Egron. Korban yang meninggal dunia sebanyak 49 orang yang disemayamkan di Pantai Yebori, antara Desa Lermatan dan Desa Latdalam. 

"Para korban  saat itu ingin mengikuti upacara 17 Agustus di Kota Saumlaki yang menjadi pusat perayaan," kenangnya.

Akhirnya masyarakat seantero Desa Lingat dapat merasahkan hari kemerdekaan RI dengan suka cita. Mereka gembira sampai usai kegiatan yang ditutup  Kepala Desa sekitat 23 : 30 WIT. 

Namun acara tidak berhenti di situ. Rangkaian kegiatan masih berlanjut sampai hari  Minggu, 25 Agustus 2019, di Lapangan Bola Kaki Desa dengan beberapa lomba yang belum di pentaskan. ( Tan2 )
Berita Terkait
Berita Lainnya