,
28 Desember 2017 | dibaca: 170 Kali
KPN Bojonegoro Belum Laksanakan Putusan MA
noeh21

Skandal Bojonegoro,

Kasus klenteng Tempat Ibadah Tri Dharma ( TITD ) Hok Swie Bio Bojonegoro, Jawa Timur, tampaknya masih berlarut-larut. Meskipun Mahkamah Agung  (MA) mengabulkan gugatan Go Kian An alias Gandhi Koesmianto, namun sampai tulisan ini diturunkan eksekusi belum juga dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro.

“Sudah 16 bulan eksekusi belum juga dilaksanakan. Saya bingung, kok terus berlarut-larut,” ujar Gandhi berharap keadilan daat ditegakan seadil-adilnya.

Lambatnya eksekusi tersebut, menimbulkan keprihatinan pelbagai pihak. Apalagi eksekusi itu molor sampai 16 bulan. Padahal, putusan MA NO 2746.K/PDT/2015 jelas-jelas menyatakan Gandhi sebagai pihak pemenang dalam sengketa TITD Hok Swie Bio.

Bahkan, di tengah molornya eksekusi tersebut, muncul gugatan terhadap Gandhi (tergugat 1) dan Tan Tjien Hwat (tergugat II) dari M. Mansur SH, MH yang mewakili umat.Meski persidangan berjalan alot yang dipimpin Prancis Sinaga SH MH,akhirnya Majelis Hakim PN Bojonegoro tetap memenangkan Gandhi Koesmianto.

Hasyim, salah satu Ketua Ormas Projo (Pro Jokowi) mengungkapkan rasa prihatin terhadap putusan MA yang hingga kini belum dieksekusi. “Aneh, ada apa ya?” tanyanya ketika dihubungi via selularnya. Ia hanya berharap hukum tidak boleh ada penafsiran lain. Apalagi bila sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

Kuasa hukum Gandhi koesmianto Muharsuko, SH.MH ,saat dikonfirmasi pada beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa pihaknya telah mengadu ke Pengadilan Tinggi yang diterima 20 November 2017 dengan  NO 505/sekr/BPKH/JT/XI/2017.

Surat itu berisikaan molornya eksekusi putusan MA terhadap aset Klenteng TITD Hok Swie Bo Bojonegoro. 

“Kami  sangat bersyukur sekali karena  telah direspon positif. Tepat   1 bulan yang lalu surat pengaduannya oleh PT(pengadilan tinggi ) ditanggapi  dan pihak Pengadilan Negeri untuk segera diklarifikasikan ,” jelas Muharsuko.

Sayangnya, pihak KPN saat dikonfirmasi di kantornya tidak ada di tempat karena cuti. Begitupun Humas PN Bojonegoro, Isdariyanto SH MH i  juga cuti sampai habis tahun baru 2018. (Bond)
 
Berita Terkait
Berita Lainnya