,
15 Februari 2021 | dibaca: 120 Kali
Kota Magelang Di guyur Hujan Deras Satu Orang Hanyut Di Saluran Irigasi
noeh21
Magelang - TabloidSkandal.Com.
Kapolsek Magelang Utara Polres Magelang Kota Kompol Cholid memimpin Pengarahan Team Sar Gabungan bertempat di kampung Dumpoh, Kelurahan Potrobangasan, Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang Jawa Tengah Minggu (14/02/021)
 
Kapolsek Magelang Utara Kompol Cholid ketika dimintai keterangan oleh awak media mengatakan memang benar sekira pukul 14.00 wib Polsek Magelang Utara mendapat laporan ada anak yang hanyut di saluran kalibening tepatnya dipintu penguras kali bening tepatnya di Dumpoh RW 9/07, Kelurahan potrobangsan Kecamatan Magelang Utara.
 
Kemudian beliau beserta jajaranya langsung menuju tempat kejadian perkara, guna mengetahui kronologis yang sebenarnya, meminta keterangan dari para saksi yang ada ditempat kejadian perkara anak hanyut, kami menghimbau kepada masyarkat untuk waspada mengingat cuaca extrim jangan bermain di dekat saluran karena licin.
 
Adapun kronologinya pada hari Minggu (14/02) sekira pukul 14.30.00 wib korban di ketahui bersama saksi 1 dan 2 mencari ikan peto, menggunakan seser (jaring) di saluran irigasi kalibening, tepatnya di pintu penguras (HM 54)
 
"Karena hujan sangat deras pintu penguras tersebut di buka, dengan tujuan agar tidak meluap di rumah penduduk, pada saat korban menyerok ikan peto terpeleset jatuh di pintu penguras tersebut.” tutur Kapolsek Magelang Utara Kompol Cholid.
 
"Adapun Korban bernama, Bintang, usia 18 tahun laki-laki, pelajar alamat Kampung Dumpoh RT 09/07 Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang. Sedangkan saksi atau teman korban bernama Taufik usia 18 tahun, pelajar dengan alamat yang sama Dumpoh RT 04/07 Kelurahan Potrobangsan Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang, Untuk sementara barang bukti milik korban berupa, seser warna hitam, ember warna biru helm hitam, sandal jepit dan handsanitiser.” paparnya
 
Tim SAR Gabungan dari Polsek Magelang Utara, Koramil Magelang utara, Satlol PP dan Damkar, Garda Relawan Indonesia (GRI) Kota Magelang, PMI, Tagana, SAR Kab. Magelang, dan masih banyak relawan lainnya serta masyarakat sekitar.
 
Menurut keterangan purnawirawan Polri AKBP Sugimin yang kediaman berjarak 10 meter dari tempat kejadian menerangkan memang benar korban diduga terperosok dipintu penguras, kemudian terseret arus menuju ke sungai progo
 
Sementara ditempat terpisah Ketua Garda Relawan Indonesia (GRI) Hery Prastowo ketika dimintai keterangan oleh awak media melalui telpon selulernya menambahkan, pintu penguras saluran kalibening
 tersebut menuju sungai besar Progo.
 
"Saat ini survivor masih belum diketemukan dan masih dilakukan pencarian, insiden comander hari ini dalah Kapolsek Magelang Utara. Sementara Team relawan sudah bergerak menyusur sungai progo dan membagi tim di beberapa titik sampai di wilayah perbatasan dengan Jogjakarta yaitu di Ancol Ngluwar.” Terang Kapolsek
 
Garda Relawan Indonesia (GRI) Mengerahkan Tim pencarian sebanyak 30 orang, yang terbagi di 5 titik yang dicurigai. Team GRI membuka Posko di kediaman Ketua RT Purnawirawan Polri AKBP Sugimin, sebagai pusat koordinasi, dan pencarian hari ini apabila belum diketemukan.
 
Hingga pukul 17.40.Wib, berita ini diturunkn korban belum diketemukan, hasil evaluasi yang di pimpin oleh Kapolsek Magelang Utara Kompol Cholid dan Komendan Garda Relawan Indonesia Jokwin pencarian akan di lanjutkan besuk pagi, mengingat cuaca sudah gelap.
 
Jokwin juga meminta informasi oleh mantri pengairan dari Balai PSDA Progo bogowonto Luk ULO/ Kordinator Kelompok Wilayah Progo yang berkantor di Sempu Mantri Pengairan Muhatarohdin kebetulan ada di lokasi pintu penguras saluran irigasi kalibening.
 
Seperti perintah pimpinan Korpokla Progo, ketika hujan semua pintu penguras harus di buka, setelah selesai hujan ditutup kembali, kebetulan jarak pintu penguras ditempat kejadian anak hanyut ini panjang saluran 5.4 km ada empat pintu penguras HM 0 ada di desa Payaman secang Kabupaten Magelang HM 12 lokasi ada di Desa Jambewangi Kecamatan Secang Kabupaten
 
"Magelang, HM 24 lokasi ada di Kelurahan Kramat Utara, dan yang terakhir ada di HM 54 Kelurahan potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang hingga kini empat pintu penguras masih dalam keadaan terbuka.” ucapnya.
(SM)
Berita Terkait
Berita Lainnya