,
22 Desember 2017 | dibaca: 102 Kali
Kementerian SDM Tidak Serius Cari Solusi Pasca17 Penutupan Sumur Bor Tua
noeh21
Rapat pasca 17 penutupan sumur tua

Muba, Skandal

Kementerian SDM dituding tidak serius oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Muba, Banyuasin menyusul 17 penutupan sumur bor tua yang dilakukan oleh Pertamina, 21 November 2017 lalu.

Ketidakseriusan itu terlihat tatkala rapat yang digelar  Pemkab Muba diwakili oleh PLT Sekda Drs. H. Apriadi MM dan dinas terkait, Kejari Sekayu Maskur SH, Kapolres Muba AKBP Rahman Hakim SIK, Perwakilan Dandim 0401 Muba, SKK Migas, Perwakilan ESDM, Peteo Muda dan masyarakat Kelurahan Mangunjaya, 18 Desember lalu.

Namun pada rapat lanjutan,khususnya dalam mengambil keputusan, Kementerian ESDM tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, Setda Muba dan masyarakat Kelurahan Mangunjaya sangat kecewa. Lebih-lebih bagi masyarakat yang terkena imbas penutupan sumur tua tersebut.
“Seyogianya rapat ini sudah ada kepastian nasib masyarakat yang usaha mengelola sumur bor  terkena penutupan oleh pertamina,” ungkap seorang peserta rapat.

Sekda Apriadi menyayangkan ketidakhadiran pihak Kementerian ESDM di rapat lanjutan tersebut yang sudah disepakati bersama.
“Kementeian tidak serius dalam menangani persoalan ini. Kami jangan dibenturkan dengan masyarakat,” ungkap Sekda.

Menurutnya, Pemkab sudah habis-habisan melakukan pendeketan kepada masyarakat, sehingga penutupan ini berjalan sesuai harapan. “Masyarakat menurut, karena menghargai pemerintah. Mereka taat dan menurut. Eh, kok yang berkepentingan malah tidak hadir,” jelas Apriadi, tak dapat menyembunyikan rasa kecewa.

Karena ketidakhadiran itu, lanjut Apriadi, rapat tidak menghasilkan keputusan apa pun buat masyarakat. “Jadi, kita menunggu Kementerian ESDM untuk rapat dan mengambil keputusan,” lanjutnya tetap  diliputi kekecewaan. (Idris)
 
Berita Terkait
Berita Lainnya