,
14 Februari 2018 | dibaca: 186 Kali
Menko Polhukam
IMO, Ibarat Laskar Perang Melawan Hoax
noeh21

Jakarta Skandal

Menteri Koordinator Keamanan Politik dan Keamanan ( Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) H. Wiranto menyebut keberadaan Ikatan Media Online (IMO) Indonesia seperti laskar perang  yang melawan hoaxs.
 
"Saya senang dan bangga dengan IMO-Indonesia melawan Hoaxs," ujar Wiranto dalam sambutannya sekaligus menutup Rakernas IMO-Indonesia di Hotel  Puri Saron Seiminyak Rabu siang tadi.

Wiranto sedang menyeragkan sertifikasi kepada DPW

Menurut Pak Wir, ancaman terbesar saat ini bukan berasal dari kekuatan senjata, melainkan dari media sosial.  Salah satunya  adalah hoaxs yang dapat melululantakan bangsa. 

"Jadi, kalau ada anak anak bangsa yang membuat organisasi melawan Hoax, saya bangga dan senang," tambahnya, seraya mengaku setiap pagi selalu dikabari soal hoax oleh stafnya. 

"Saya selalu bertanya, Hoaxs apa lagi nih," ujarnya.

Wiranto berharap keberadaan IMO tidak sesaat, tapi berkelanjutan. Alasannya,  komitmen IMO-Indonesia sangat penting dalam memerangi Hoax, sekaligus mempererat persatuan. 

"Kita harus bersatu memerangi Hoaxs dan segala macam ancaman bagi negara," jelas mantan Panglima TNI, seraya mengaku mendapat undangan dari IMO-Indonesia sangat mendadak. Lagipula namanya masih terasa asing.

"Tapi, setelah mendapat penjelasan dari staf, saya tertarik dan meluangkan datang ke sini, menemui teman teman," papar pendiri partai Hanura ini. 

Di hadapan para peserta, Wiranto menyatakan kesediaanya menjadi Dewan Penasehat IMO-Indonesia. 

"Tapi dengan syarat tetap komitmen dan menjaga fakta integritas," ujar Wiranto, yang hari itu disematkan Jas uniform IMO Indonesia dan memberikan sertifikasi kepada 5 DPW yang dilantik dalam Rakernas tersebut.

Sementara Ketua Umum IMO-Indonesia, Yacob Ismail menguraikan sejarah lahirnya IMO yang digagas oleh beberapa pengurus IPJI yang merasa prihatin maraknya Hoaxs di media sosial.

"Rakernas ini digelar hanya 100 hari kurang 13 hari setelah dideklarasikan 27 Oktober 2017," ujar Jacob.

Menurut Yacob, Rakernas ini dilakukan secara swadaya dan koletivitas tanpa adanya sponsor dari pihak lain.

"Kita atas biaya sendiri, sekaligus menunjukkan independesi kami sebagai perusahaan online," jelas Yacob, yanf diiyakan oleh Ketua OC,  Vidi Simanjuntak.
Berita Terkait
Berita Lainnya