,
19 Maret 2020 | dibaca: 395 Kali
Hanubun meminta agar Kepolisian Usut Tuntas Penipuan FZ
noeh21


Malra, Skandal

Bupati Maluku Tenggara Drs H M.Taher Hanubun menyatakan penipuan yang dilakukan oleh  F.Z bukan sendiri, melainkan secara berkelompok.

"Jadi saya minta kalau bisa pihak Kepolisian baik Polsek maupun Polres usut tuntas kasus penipuan tersebut," tegas Bupati pada Skandal di ruang kerjanya tadi pagi, 19/3.

Hanubun mempertanyakan kapan bersangkutan bertemu dirinya. Apalagi sampai memberi izin bersangkutan  melakukan pedataan bedah rumah di daratan Kei Kecil dan Kei Besar.

"Apa memangnya di Pemda Malra tidak ada Dinas PUPR, Pemukiman dan Perumahan, hingga musti diberikan pada  orang luar," jelas Bupati.

Menurut dia, perilaku FZ ini sebuah kejahatan besar sampai "menjual"   nama tiga kementrian untuk bantuan masyarakat. "Itu tidak gampang, jadi orang seperti F.Z ini persis mafia. Tidak perlu di maafkan lagi," ungkapnya.

Selain itu, FZ juga "menjual" Bupati maupun Wakil Bupati untuk bantuan kiri kanan. "Itu tidak benar, bisa  dapat menghubungi kami,dan kalau terdapat penipuan maka tentu harus di proses lewat jalur hukum dan tidak perlu dapat di maafkan," pinta Bupati

Bupati mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Malra dan sekitarnya bila ada yang menjualkan nama Bupati dan wakil Bupati untuk bantuan atau pungut biaya segera  melaporkan ke pihak terkait dalam hal ini kepolisian Resort Maluku Tenggara.

Selain itu,  
bila ada orang luar masuk lalu dorong pembangunan di daerah tercinta ini,maka tentu  orang pertama mengangkat jempol,karena punya keperdulian terhadap daerah tercinta ini.

"Jadi jangan bangun opini yang salah-salah, tapi marilah kita berpikir yang positif supaya kita bahu membahu bersama untuk membangun," imbau Bupati.

Bupati mengingatkan orang luar datang seenaknya menfitnah mendapat restu darinya,vsesuatu yang tidak logis.

"Kok berani sekali bisa bawa nama pejabat negara itu  gampang sekali. Mafia seperti ini harus dapat dilacak sampai ke akar akarnya. Bila terdapat teman sahabat maka harus di proses semua, biar ada efek jera buat yang lain.karna terlihat banyak penipuan sudah mulai merajalela di daerah ini.Jadi waspadalah agar jangan kena tertipu," tutur Bupati mengingatkan. (MI)
Berita Terkait
Berita Lainnya