Tutup Menu

Dugaan Penyalagunaan DD di  Ohoi Abean Kamear 

Jumat, 24 Januari 2020 | Dilihat: 1476 Kali
    

Tual, Skandal

Ketua Tim Penyelidikan Tipikor kejaksaan Negeri Tual Chrisman Sahetappy,SH.MH sebagai Kasi Pidsus menyebutkan  berdasarkan surat perintah penyelidikan Kepala Kejaksaan Negeri Tual,Sinyo Redy Benny Ratag,SH.MH Nomor point 15/Q,1, 12/Fd,1/01/2019 tanggal 17 Januari 2020 bahwa pengelolaan Dana Desa (DD) dan ADO pada Ohoi Abean Kamear anggaran 2018 diduga banyak masalah. 

Sahetappy mengaku, sesuai Sprint tim jaksa ketua timnya dirinya sendiri selaku Kasi Pidsus, sebagai ketua tim jaksa beranggotakan Jaksa Irwan SH.selaku Kasi Intel dan Muhamad. T. Fahri SH Kasubsi Tindak Pidana Khusus.





Penyelidikan tersebut di lakukan berdasarkan laporan hasil pemeriksaan atas pengelolaan ADD dn ADO pada Ohoi Abean Kamear anggaran 2018 oleh Inspektorat Kabupaten Maluku Tenggara(Malra),19 Juli 2019.

Hasil pemeriksaan penyelidikan Dana Desa tersebut, mendapat dukungan Kejari Tual Sinyo Redy Benny Rayag SH.MH  serta mendorong dan peduli agar staf tetap semangat.

Menurutnya, sebelum di lakukan penyelidikan, Tim Jaksa Penyidik telah melakukan penandatanganan fakta Integritas di hadapan Kepala Kejaksaan Negeri Tual, 20 Januari 2020 di Aula Kejaksaan Negri Tual.

"Selain penandatangan fakta Integritas oleh Tim Penyidik tujuanya untuk bebas dari KKN," ujarnya.

Pemeriksaan tersebut dilakukan secara marathon terhadap saksi saksi mulai dari  Senin  20 Januari 2020 terhadap BSO (Badan Seniri Ohoi), BSA( Badan Seniri Adat), LPMO,  Ketua Bumo dan anggota, Kader Posyandu, perangkat Ohoi dan sebagainya.

"Buat sementara waktu sudah 15 saksi yang di periksa masa bakti 2018 kemarin," tandas Sahetappy.

Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan untuk 2 guru mengaji yang ikut digaji oleh dana desa. 

Menurut Sahetappy, saksi belum datang untuk diperiksa, yaitu mantan Bendahara Abean Tahun 2018, Sofyan Ohoirat.

"Jadi agenda berikut akan dilakukan pemeriksaan kepada mantan pejabat Ohoi Abean IS Kobarubun dan direncanakan Minggu kedua Januari akan di tetapkan tersangka.

Dari 192 Ohoi/desa di Kab Malra tetap akan di adakan penyelidikan oleh Kejaksaan Negeri Tual terkait dengan penyelagunaan Dana Desa ini akan diperiksa  marathon. "Jadi  bukan saja desa/Ohoi Abean, tapi 192 desa/0hoi.

Diperkirakan, pendalaman materi, tambahan alat bukti, membutuhkan waktu sekitar dua Minggu. Atau akhir Febuari penyidikan dilakukan untuk menetapkan tersangka. (MI)
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com