,
24 Juni 2019 | dibaca: 617 Kali
Dituduh Terima Suap, Bupati KKT Tempuh Jalur Hukum
noeh21
Bupati KKT
Sumlaki Skandal.

Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Petrus Fatlalon SH.MH  sangat menyesalkan  tuduhan dirinya bersama Kapolres dan  Ketua DPRD KKT menerima suap dari sebuah perusahaan  HPH.

"Itu tidak betul," tandas Bupati beruilang-ulang pada Skandal saat dihubungi malam ini, 22.40 lewat selulernya.

Tuduhan terhadap Bupati, Kapolres dan Ketua DPRD itu dilayangkan oleh Carlez Tanago (CT) di media sosial. Dia menuduh ketiganya menerima suap. 

"Saya benar-benar menyesalkan. Tuduhan itu benar-benar mencemarkan nama baik, melanggar UU ITE," tutur Bupati kesal.

Bupati meminta bukti-bukti kapan dirinya menerima suap, berapa nilai nominalnya? Silahkan cek," sambung Bupati.

Tak hanya itu. Bila perlu hadirkan 
hadirkan para intelijen agar mengkrocek kapan mereka menerima suap?

Menurut Bupati, justru sebaliknya dia bersikeras agar HPH itu harus ditutup. Malah, di pertemuan  22 Mei 2019 di Aula Gelaxi Hotel, keinginannya dinyatakan secara terbuka di depan para undangan.

"Kok aneh, dari belakang kami di serang tanpa ada salah. Kalau memang disuap, kok saya minta ditutup," jelasnya.

Menurut Bupati Fatlalon,  sikap perilaku Carlez Tanago  membuat sekitar 3.500 simpatisannya, termasuk kuasa hukumnya,  berbondong bondong mendatangi Polres Saumlaki dan bertemu Kapolres AKBP Andre Sukendar.

"Mereka buat laporan polisi guna  mengusut atas perbuatan yang tidak menyenangkan ini," ungkap Bupati.

Menurut dia, aksi hari ini karena warga tidak terima perilaku Carlez yang menuduh seenaknya. "Bupati adalah pejabat negara. Begitu juga  Kapolres dan Ketua DPRD KKT," tegas Bupati.

Bupati meminta  Kapolres dan seluruh jajarannya agar persoalan ini dapat di tindaklanjuti secepatnya. Terlebih   bersangkutan bukan anak asli  Tanimbar, termaduk marganya. 

"Carlez Tanago ini bukan pengusaha di KKT. Jadi kalau mau datang di Tanimbar  tunjukan yang terbaik, bukan yang buruk," Bupati mengingatkan.

Sebab, perilaku yang ditunjukan sangat bertantangan  norma dan budaya Tanimbar, melanggar UU ITE,  sekaligus memfitna saya, Kapolres dan  Ketua DPRD KKT.  Harga diri kami sudah diinjjak injak," tuturnya

Karena itu Bupati akan membawa kasus ini ke jalur hukum agar ke depan  tidak terjadi hal hal yang tidakdi i kita bersama," tutur Bupati Fatlolon seraya minta   Kepolisian secepatnya   memproses fitnah dan pencemaran nama baik. (MI)
Berita Terkait
Berita Lainnya