,
27 Maret 2018 | dibaca: 123 Kali
Didi Apriadi: Kita Siap Saksi dan Bukti Akurat
noeh21
Tim pengacars penggugat

Jakarta, Skandal

Meskipun PTUN dalam putusan sela menganulir kepengurusan OSO-Siregar, kisruh kepemimpinan Partai Hanura terus berlanjut.

Sidang kemarin, dilanjutkan dengan pembacaan duplik dari  tergugat Kemkumham dan tergugat intervensi II 0SO - Siregar. Tergugat juga menambah bukti-bukti 

Didi Apriadi, Wasekjen dari kubu Daryatmo mengungkapkan  sidang ditunda hinhga 3 April.

"Kita sudah  menyiapkan bukti bukti yang akurat dan bisa di pertanggung jawabkan," tandas Didi.

Malah pihaknya sejak  awal sudah  mempersiapkan saksi-saksi. "Pada prinsipnya kami menjalankan tahapan persidangan sesuai aturan yang berlaku," tuturnya 

Didi yakin  pada akhirnya kebenaran lah yang akan benar.

"PTUN  telah mengabulkan gugatan yang kami  ajukan (Partai Hanura kubu Ketua Umum Daryatmo) 
Dan  memerintahkan Menteri Hukum dan HAM menunda pelaksanaan Surat Keputusan Kepengurusan Hanura di bawah Ketua Umum Oesman Sapta Odan alias Oso dan Sekjen Herry Lontung Siregar.

Perlu di ketahui sebelumnya ,Wakil Ketua Umum.DPP Hanura kubu Daryatmo menjelaskan   keputusan penundaan SK Menkumham itu di sampaikan dalam penetapan PTUN Nomor: 24/G/2018/PTUN-JKT, tertanggal 19 Maret 2018. 

"Atas putusan itu,  kepengurusan Hanura selanjutnya harus menggunakan SK sebelumnya, Artinya posisi Ketua Umum dijabat Oso dan Sekjen dijabat Sarifuddin Sudding.," ungkapnya.

Berdasarkan  Putusan Sela dari majelis halim PTUN tersebut, Maka Surat Keputusan (SK) Kemenkuham yang saat ini dimiliki oleh Oso dinyatakan  tidak berlaku lagi alias batal dalam hukum.

"Jadi kembali kepada SK Hanura yang lama," tutupnya (an)
Berita Terkait
Berita Lainnya