,
31 Januari 2018 | dibaca: 111 Kali
Belum Sebulan, Tambok Penahan Tebing Ambruk
noeh21

Muba, Skandal

Tembok penahan tebing di Dusun Satu, Desa Bailangu, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, akhirnya jebol (21/1) tak sampai sebulan tembok tersebut selesai dikerjakan, Desember 2017.

Sampai tulisan ini diturunkan, tidak diketahui penyebab robohnya tembol yang berada di Jalan Betung – Sekayu, atau di KM 110.
Skandal yang berada di lokasi kejadian, mencoba menayakan kepada seseorang yang baru turun dari mobil dinas bernomer polisi plat merah BG1806 LZ tentang penyebab ambruknya beton tersebut, dia hanya menyebut karena bencana alam.

“Faktornya hanya bencana alam,” tandasnya singkat, seraya menolak disebut dari Balai Besar Provinsi Sumatera Selatan.



Tembok roboh, terlihat besi-besinya
Sayangnya, petugas tersebut, tidak menyebutkan detail bencana alam tersebut, entah banjir bandang, tanah longsur ataupun tiupun angin beliung.

Namun, dari penelusuran sumber, tembok yang menelan biaya APBN sebesar Rp 18 miliar itu diduga tak sesuai dengan perencanaan. Sebab, saat tembok tersebut jebol di hari Minggu (21/01), kondisinya sudah terlihat miring ke arah sungai

“Mungkin, karena tidak bisa menahan hempasan aliran di tikungan sungai , sehingga tembok menjadi patah dan ambruk ke tepi sungai. Baru di hari kedua dan ketiga,  pihak perusahaan mendatangkan alat berat untuk di perbaiki,” tutur sumber. Hanya saja, saat itu  tembok penahan tebing tersebut sudah ratah dengan tanah

Salah satu tokoh masyarakat saat di lapangan meyakini pekerjaan itu tidak sesuai dengan RAB. “Kalau sesuai menurut standar,  tidak mungkin tembok itu akan runtuh," ungkapnya.

Karena tidak sesuai dengan spack pekerjaan, maka tembok penahan tebing ambruk. “Apalagi jeda waktunya tidak sampai sebulan jika dihitung dari rampungnya pengerjaan tembok tersebut,” tambahnya menggeleng-gelengkan kepala.
 
Berita Terkait
Berita Lainnya