,
16 Februari 2018 | dibaca: 160 Kali
Mantan Ketua PHRi Bali, Jro Made Supatra Karang
Bangga Terhadap IMO- Indonesia
noeh21
Pemberian sertifikat oleh Sekjen IMO


Bali, Skandal

Jro Made Supatra Karang, MantanPenasehat Persatuan Hotel dan  Restoran Indonesia BPD Bali memberikan apresiasi terhadap Rakernas  pertama Ikatan Media Online  (IMO) Indonesia di Puri Saron, Seiminyak, 13-15 Febuari.

"Buat saya, ini sebuah kebanggaan Rakernas berlangsung di Bali. Sebagai orang Bali saya mengucapkan terima kasih," ujarnya pada Skandal dan Fokus Jurnal yang mewawancarainya di
​​​Kafe kawasan Kutai, kemarin,16 /2.

Saat diwawancarai

Pertemuan di cafe tersebut dihadiri Ketua Umum IPJI, Taufiq Rachman, Sekjen IMO-Indonesia Nasir Umar dan RH Widodo atau akrab dengan sebutan Cak Wied sebagai Ketua Bidang Organisasi IPJI.

Menurut dia, Rakernas tersebut membuktikan bahwa Bali tetap aman sebagai daerah wisata. Sebab, menyusul ledakan Gunung Agung beberapa waktu lalu, cukup banyak beredar Hoaxs tentang Bali yang tidak aman.


Bertemu Jaksa Agung di kapal pesiar

"Akibatnya, pariwisata Bali sedang lesu," jelas  Penasehat IPJI.

Saat ini Ketua PHRI Bali dipegang  oleh Dr. Ir. Tjokroda Artha Ardhana Sukawati MSi, menggantikan Gede Wirata, pemilik Kapal Pesiar, Bounty Cruise. Kapal itu juga jadi tempat plesiar peserta Rakernas sekitar 3 jam menjelajahi pantai Benoa sambil makan malam.

Made berharap, adanya Rakernas tersebut dapat mengembalikan kepercayaan Bali sebagai tujuan pariwisata yang aman dan nyaman. Apalagi IMO - Indonesia memiliki komitmen memerangi Hoaxs yang sangat merugikan bangsa dan negara. 

"Sekali lagi, saya memberikan apresiasi dan bangga kepada IMO-Indonesia," tambah pria yang masih terlihat fit dan energik ini.

Bahkan ke depan, Made - begitu sapaan akrabnya, menaruh kepercayaan agar IMO-Indonesia dapat mengcounter Hoaxs tentang Bali maupun Indonesia, " pintanya.

Ia juga menyatakan IMO-Indonesia sebagai organisasi yang dipercaya oleh pemerintah, ditandai Menko Polhukam sebagai Dewan Penasehat sekaligu menutup Rakernas tersebut.

"Karena misinya yang bagus, Pak Wir menjadi Dewan Penasehat. Kalau tidak dipercaya, gak mungkin beliau mau jadi Dewan Penasehat," urainya mengakhiri obrolan.( ian).
Berita Terkait
Berita Lainnya