,
27 Februari 2018 | dibaca: 173 Kali
Triliunan Rupiah Dana Pertanian Salah Arah
noeh21
Trilyunan Dana Pertanian Salah Arah. 

JAKARTA -- Skandal

Puluhan triliun dana subsidi yang dikeluarkan pemerintah selama ini, baik subsidi maupun bantuan alat pertanian  dan program lainnya dinilai salah arah.

Demikian penilaian yang digulirkan oleh pengamat Dhedi Razaq.

Menurut dia, semua itu terjadi, karena salah urus sehingga banyak persoalan terkait pangan di Indonesia.

"Beberapa di antaranya yang jadi persoalan atau dianggap krusial ialah buruknya data, baik produksi maupun konsumsi," tutur  Dhedy.

Kondisi ini, lanjutnya, diperparah dengan ketiadaan lembaga independen yang menangani khusus pangan. 

Selama ini pemerintah terjebak dalam pragmatisme dan hanya mengejar tujuan, misalnya swasembada tanpa melihat kemampuan yang dimiliki.

" Apa benar kita mau mengejar swasembada semua?  Kalau memang kita sudah tidak mampu memproduksinya, apakah akan mengerahkan   daya ke sana? " tandasnya.

Kalau memang iya, apa dapat dipertanggungjawabkan secara anggaran?
Sebaiknya dibentuk program jangka menengah maupun panjang terkait pangan.

 “Artinya tidak mungkin 5 tahun, misalnya, kita mampu menghasilkan kacang kedelai sendiri.  Jadi harus bertahap," tambahnya.

Dhedy menilai, ada dua hal krusial yang harus segera diperbaiki pemerintah, yakni soal data dan tujuan yang ingin dicapai.

Perbaikan data ini, harus jadi gerakan bersama. 

Selain itu,  pembangunan pertanian di Indonesia lebih berat ke program ketimbang ke petani

Karena dalam program bagi-bagi alat pertanian, lanjut Dhedy, percetakan sawah, dan lain-lain, petani hanya ditempatkan sebagai objek, bukan subjek.

"Ke depan konsep pertanian harus diubah dengan lebih memuliakan petani dan perlindungan harga buat petani," tandas Dhedi.(Ist)
Berita Terkait
Berita Lainnya