,
14 Maret 2018 | dibaca: 81 Kali
Setelah Swasembada, Muba Targetkan Kedalautan Pangan
noeh21


Sekayu, Skandal

Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi Menyerahkan Bantuan Operasional Penyuluh (BOP) sebesar Rp 500 ribu kepada 230 Penyuluh se-Kabupaten Musi Banyuasin bertempat di Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Muba, Selasa (13)03/2018).

Pada kesempatan itu Plt Bupati mengatakan bahwa selama ini Muba dilihat hanya sektor Migas (pendapatan daerah besar), padahal ada banyak potensi strategis yang hanya belum bisa dimaksimalkan, salah satunya sektor budidaya pertanian dan perkebunan yang dampaknya bisa dirasakan masyarakat luas.

"Kami harapkan penyuluh-penyuluh inilah mendampingi masyarakat Muba bekerja, beban tugas saudara tidak ringan. Saya berjanji akan berikan perhatian khusus sektor pertanian dan perkebunan," ungkap Beni.

Setelah budidaya pertanian dan  perkebunan berjalan, lanjutnya,  Muba akan melakukan hilirisasi agar hasil komoditas rakyat Muba diproduksi di dalam Muba sendiri. 

"Memang betul rakyat kita menanam padi menjadi beras lalu di kirim ke berbagai daerah, teori swasembada betul dilaksanakan, tetapi kedaulatan pangan bagi Muba, menurut saya, belum. Oleh karena itulah kita harus mendorong tujuan nasional kedaulatan pangan di Muba," urainya.

Dalam laporan kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Muba Ir A Thamrin menyebutkan tahun 2017 telah berhasil melewati target yang ditetapkan Pusat dan Provinsi menanam padi dengan produksi 368.516 ton (surplus 130.000 ton).

"Tahun 2018 ini di Kecamatan Lalan seluas 27.020 hektar (padi, jagung kedelai) kami targetkan ditanam 3 kali semua dan kami juga laporkan pak bupati bahwa tahun ini kita mendapatkan program cetak sawah seluas 300 hektar dari pusat ", tambah Thamrin.

Thamrin mengatakan, tugas para penyuluh di lapangan sangatlah berat dalam upaya mewujudkan swasembada pangan, setiap hari harus membuat laporan jumlah tanam, jumlah panen diwilayah kerjanya masing-masing.

"Tahun ini BOP yang kami anggarkan sebagai motivasi semangat kepada ujung tombak pertanian (penyuluh) dalam melaksanakan tugas di lapangan dengan segala keterbatasannya",lapornya (ist)
Berita Terkait
Berita Lainnya