,
11 Mei 2019 | dibaca: 836 Kali
Pasar Walang Baru, Pasar Rakyat dengan Sentuhan Mall
noeh21


Jakarta, Skandal

Meski bukan mall, Pasar Walang Baru di Jalan Alur Laut, Kecamatan Koja, Jakarta Utara ini, patut diberi  acungan jempol. Pasalnya, pasar yang diawaki oleh Alvi Rahim ini, bisa jadi rekreasi keluarga. 

"Jadi, siapa bilang hanya mall saja. Pasar tradisionil pun bisa, seperti Pasar Walang Baru,"  jelas Alvi. 


Alvi Rahim

​​​​Maklumlah pasar yang terdiri dua lantai ini, rencananya akan punya permainan "mini" anak-anak, atau akrab dengan sebutan mini timezone, berada di lantai 1.

Bahkan, tak hanya mini timezone, juga ada Jack Grosir seperti di Pasar Induk, Jakarta Timur. 

Dua hal itu, timezone mini dan Jakgrosir, jadi andalan Pasar Walang Baru meningkatkan pengunjung. "Saya yakin itu," jelas Alvi

"Rencananya di lantai satu, kita akan buat  Mini Timezone, alias permainan anak," jelas Alvi, dalam obrolan ringan dengan Skandal di kantornya. 

Keberadaan permainan anak ini menjadi ciri khas sekaligus nilai tambah Pasar Walang Baru Sebab, sambil berbelanja, seorang ibu tidak kehilangan perannya mengasuh, mendidik dan membesarkan anak.

"Begitupun para pedagang maupun karyawan," tutur Alvi tersenyum.




Terlebih di bulan ramadhan. Pasar ini menggelar bazaar, khusus menjajakan kebutuhan Idul Fitri. Misalnya sirup, kue, pakaian dan sebagainya. "Jadi tak perlu wara wiri mencari kebutuhan lebaran dengan harga spesial," tambah Alvi.

Karena itu, pembenahan terus dilakukan, khususnya meningkatkan kebersihan. "Tanpa kebersihan, sehebat apa pun pasar, tidak akan mengundang minat pengunjung," tuturnya, menyebut Pasar Walang Baru menyediakan dagangan yang sifatnya kering maupun basah.

Menurut Alvi, layaknya pasar tradisionil yang dikemas ala mall, membuat Pasar Walang Baru terus menggeliat. Terbukti pasar ini mendapat sertifikat Pasar Rakyat Kelas IV yang dikeluarkan oleh Sucofindo. 


Alvi dengan awak Skandal


"Sertifikasi ini berdasarkan inspeksi lapangan dan pengawasan berkala," tambah Alvi, menyebut sertifikasi itu dikeluarkan 4 Desember 2018 sampai 3 Desember 2021.

Alvi yakin, jika ada Jakgrosir, permainan anak, bazaar di ramadhan, atribut Pasar Walang Baru sebagai Pasar Rakyat akan jadi branding sekaligus ikon. Apalagi di pasar ini akan dilengkapi ATM dari pelbagai bank, sehingga kesan mallnya tetap mengental.

"Inilah yang membuat seluruh staf terus termotivasi untuk berinovasi," tutur Alvi. Ia yakin, dengan team work yang solid, sebutan sebagai Pasar Rakyat tetap melekat pada Pasar Walang Baru.

Dia berharap, haul adanya Jakgrosir, mini timezones (permainan anak), ditambah beragamnya ATM, semoga cepat dieksekusi oleh Direksi Perumda Pasar Jaya. 

"Biar pasar rakyat, sentuhannya ala mall," ujar Alvi mengakhiri obrolan. (Fauzi/Bukhori)
Berita Terkait
Berita Lainnya