,
05 Mei 2019 | dibaca: 622 Kali
Pasar Pelita Menanti Ledakan Pengunjung
noeh21
Jakarta, Skandal

Datanglah ke Pasar Pelita di Jalan Raya Sungai Bambu, kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ketika  menjajakan kaki di situ, khususnya lantai pertama, Anda bakal disuguhi kebutuhan sembako. 





Ada daging, hijaunya sayur mayur, ikan hingga kebutuhan sehari-hari. Semua tersedia lengkap. Terlebih di bulan Ramadhan. 

"Konsep Pasar Pelita memang memenuhi kebutuhan konsumen, khususnya kebutuhan sehari-hari," jelas Ari Dautama, Kepala Pasar Pelita. 

Sementara di lantai 2,  konsep yang diusung untuk cuci mata konsumen. Di situ ada fashion yang lagi trend, atau bisa menikmati lezatnya kuliner.

"Memang di lantai 2 disiapkan buat dagangan yang sifatnya kering," ujarnya tertawa. Padahal, di pasar lain, dagangan kering diperuntukan di lantai pertama. Baru yang basah di lantai 2.

"Jadi, Pasar Pelita memang unik. Tapi, keunikan itu jadi selling point buat pasar ini," jelas Ari, sapaan akrabnya.



​​​​
Maka, sebagai pengelola pasar, Adi menyiapkan beberapa jurus meramaikan pasar itu. Sekian di antaranya menggelar event-event tertentu.

"Itu akan kami usahakan," tegasnya. 

Hanya saja, Ari mengaku masih terkendala pengajuan izin UPL. "Kegiatan ini tidak selalu rutin, sesuai dengan permintaan saja," jelas Ari.

Saat ini, Ari mengaku, event yang digelar masih sebatas Jum'at Sehat bersama pedagang, berupa senam bersama.

"Di hari itu juga ada harga spesial khusus di lantai satu," ungkap Ari.

Ia yakin, dengan kerja keras, ditambah team work jajarannya, upaya mendongkrak pengunjung bakal terwujud.

Paling penting, menurutnya, menciptakan rasa nyaman pengunjung, sekaligus tempat wisata keluarga.

"Jadi, jangan cuma mall saja yang bisa, pasar tradisionil pun bisa," tambah Adi seraya menyebut Pasar Pelita tetap membutuhkan promosi, sekaligus sarana pemenuhan kebutuhan sehari- hari.

Terlebih, lokasinya yang strategis - tidak jauh dari pemukiman, membuat pasar ini menjadi pilihan utama masyarakat. "Doakan yach," ujarnya berkali-kali kepada Skandal. (Fauzi)
Berita Terkait
Berita Lainnya