,
09 Februari 2018 | dibaca: 128 Kali
ASPEK Indonesia: 200 Pekerja Indosat Terancam PHK
noeh21
ASPEK Indonesia : 
200 Pekerja Indosat Terancam PHK 

Jakarta Pusat 


Aspek Indonesia mendukung penuh Serikat Pekerja Indosat melakukan unjuk rasa  serentak di kantor pusat  dan cabang di seluruh Indonesia, Jawa Timur, Jawa Tengah, Medan, Sulawesi Makassar, Papua, dan juga kota lainnya, Kamis kemarin.

Unjuk rasa itu untuk memperjuangkan hak-hak pekerja dan jaminan keberlangsungan pekerjaan bagi rakyat Indonesia di Perusahan Indosat.

Demikian diungkapkan Sabda Pranawa Djati, SH, Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia Skandal.

Menurut Sabda,  ada isu  yang diperoleh  ASPEK Indonesia soal
rencana  Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara masal  bakal terjadi lagi di Indosat , terutama  200 Orang pekerja tetap Indosat.

"Ini dugaan ada  tekanan  menanda-tangani PHK tersebut, " ujar Sabda. 

PHK tersebut di perkirakan akan terus bertambah jumlahnya secara bergelombang    akan menyasar hampir seluruh direktorat yang ada di Indosat. 

"Anehnya,  saat yang bersamaan saat ini juga terjadi proses rekrutmen pekerja secara besar-besaran yang dilakukan oleh HRD Indosat," tambahnya

Sabda menduga ini adalah modus yang dilakukan Indosat untuk "menghabisi" pekerja tetap dan mengganti dengan pekerja baru yang hanya berstatus pekerja kontrak.  
 (Outsourcing).

Menurut Sabda, Indosat hanya   berorientasi pada upaya mengejar keuntungan semata dengan cara menekan biaya untuk sumber daya manusia.
Ironisnya ke depan tidak ada lagi job security atau jaminan kepastian pekerjaan bagi rakyat Indonesia yang bekerja di perusahaan ,yang dulunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini. 

Kemungkinan ini terjadi, lanjut Sabda, dampak dari penjualan BUMN kepada asing, sehingga manajemen asing bersikap sewenang-wenang terhadap anak bangsa  Indonesia yang bekerja di Indosat.

Persoalan lain yang disoroti Sabda adalah dominasi Tenaga Kerja Asing (TKA) yang sudah sangat mengkhawatirkan, karena masuk ke jenis pekerjaan yang sesungguhnya masih bisa dilakukan oleh pekerja dari Indonesia.

"Bahkan secara kapasitas sesungguhnya tidak lebih baik dibanding tenaga kerja Indonesia yang ada, 
Tapi Tenaga Kerja Asing (TKA)mendapat proritas dan  penghasilan yang besarnya berkali lipat di banding tenaga Kerja Indonesia," beber Sabda.

Karena itu  ASPEK Indonesia menyayangkan  kebijakan  manajemen Indosat yang tidak memaksimalkan dialog dengan Serikat Pekerja Indosat terkait pengelolaan sumber daya manusia.

"Padahal antara perusahaan dengan Serikat Pekerja Indosat telah ada MOU Perjanjian Kerja Bersama yang seharusnya dilaksanakan secara konsekuen," ungkap Sabda.

Tapi nyatanya keterlibatan Serikat Pekerja Indosat  dalam setiap proses bisnis perusahaan tidak dilibatkan.   Padahal itu sangat penting ,untuk memaksimalkan solusi yang terbaik,
sehngga  komitmen terjalin para pihak untuk melakukan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan bukan cara sepihak .

Menurutnya.   kebijakan Indosat yang akan melakukan PHK , telah disampaikan   langsung kepada Menteri Ketenaga kerjaan Republik Indonesia, tepatnya
saat  ASPEK Indonesia melakukan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan pada  Selasa 6 Februari 2018.

"Dalam kesempatan tersebut Menteri Ketenagakerjaan  berjanji akan meninda klanjuti laporan dengan menugaskan dua Direktur Jenderal di Kementerian Ketenagakerjaan (Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Dirjen Pengawasan) untuk memeriksa perusahaan Indosat  dan juga perusahaan lain seperti PT XL Axiata yang juga sedang melakukan PHK massal dan sepihak," tutur  Sabda.(an)
Berita Terkait
Berita Lainnya