,
15 Mei 2019 | dibaca: 1877 Kali
Anak Kandung SekDis Perhubungan Provinsi NTB Diduga Menipu
noeh21


Skandal NTB

AG, salah seorang anak kandung dari Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTB diduga melakukan  penipuan  mencapai miliaran rupiah terhadap dua orang warga Jakarta.

Kisah dugaan penipuan itu bermula dari AG menawarkan kerjasama untuk  mengerjakan paket pekerjaan  proyek Pengadaan Sosialisasi Pembangunan  Keluarga Berecana Mitra Kerja tahun Angaran 2018.

Sedangkan Harga  paket yang pertama , Rp 1.101.804.000, disusul kedua Rp 967.059.500, sebelum terealisasi dari BKKBN Provinsi yang menjadi Leding sektor proyek kegiatan.


Andika

Andika Nurian Pratitno dan Angga Mahardika sepakat dan saling percaya terkait kerjasama, sehingga membuat rekening bersama atas nama Angga Mardika dan AG  pada paket yang pertama.

"Sedangkan pada paket yang kedua hanya Afrian Gifary,SE sendiri yang buat rekeningnya," ungkap Angga.

Terkait dengan hal itu AG selaku kuasa Direktur yang bertindak untuk dan atas nama PT.Ariyan Saputra Wijaya yang berkedudukan di Jalan Jenderal Sudirman  Sayang - Sayang Mataram.

Sedangkan dua warga Jakarta tersebut,  Andika Nurian Prayitno dan Angga Mahardika sebagai pemodal awal atau yang membiayai dua paket pekerjaan Kegiatan Sosiasasi Pembangunan KB bersama Mitra Kerja tersebut. 

"Uang yang kita keluarkan  Rp 1.125.178.553, ditransfer ke rekening AG dan rekening orang tuanya," 
ungkap Andika Nurian Prayitno dan Angga Mahardika saat di temui Skandal NTB di Mataram Selasa14/5.

Ary Purwanti, Sekdis Perhubungan NTB selaku ibu AG membenarkan perbuatan anaknya yang kerjasama proyek. "Hanya saja terkesan  memihak kepada anaknya. Dia juga  nadanya mengancam dua warga Jakarta yang sudah dirugikan tersebut.

Ayah AG, kepada Skandal 14/5, membenarkan anaknya ada kerjasama dan sering ditansfer uang lewat no rekening pribadinya.

Andika Nurian Prayitno dan Angga Mahardika berharap kepada kepada Penegak Hukum , terutama , Polres Mataram dan Polda   NTB, Kejaksaan mengusut dan memproses  AG dan keluarganya.

"Mereka sudah berkorporasi merugikan kami atau tega menipu kami. Dari awal memang mereka punya niat jahat ke kami, dan kami siap  buktikan lewat transfer ke rekening  bapaknya,"  ungkapnya.(M.Amin)
Berita Terkait
Berita Lainnya