,
11 Februari 2018 | dibaca: 265 Kali
Diawaki Kadis H. Nana Trisyana ST, MM
Jempol Buat PUPR Kota Tangerang
noeh21
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, H Nana Trisyana ST, MM saat Meninjau Peningkatan Saluran Drainase (foto Tagor)
Tangerang, SKANDAL

SEJAK
diawaki oleh Kepala Dinas H. Nana Trisyana ST, MM, acungan jempol patut diberikan kepada  Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Kota Tangerang.

Pasalnya,  dinas ini pro aktif dalam menanggulangi masalah banjir. Malah, menjelang memasuki musim hujan, dia sudah menyiapkan tim paket banjir yang terdiri dari drainase dan tim SDA.

“Tim  drainase untuk mengantisipasi genangan. Sedang tim SDA menyiagakan dan mengoperasikan pintu air serta pompa-pompa  air yang ada di perumahan langganan banjir, ataupun titik-titik sistem pengendalian banjir,” urai Nana Trisyna pada awak media.

Dia menyebut, sekitar 109 pompa air disiagakan, termasuk terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur dari Kepolisian, TNI,  aparatur kecamatan, kelurahan, sehingga pengendalian banjir di Tangerang lebih optimal.


Banjir di Batu Ceper

Selain itu, Dinas PUPR juga melakukan studi masterplan pengendalian banjir dan drainase perkotaan. “Dari studi itu, diharapkan dapat menghasilkan uraian lengkap soal potensi dan permasalahan sistem drainase di kota Tangerang,”  tambahnya
 
Ada tiga titik yang dibidik, sekaligus menjadi langganan banjir:  Kecamatan Batu Ceper;  Kecamatan Karang Tengah  dan Perumahan Taman Elang. Dari tiga  titik itu, maka dua titik punya kesamaan dalam penyebab banjir: yaitu sistem drainase yang tidak berjalan, sehingga menimbulkan dampak berupa banjir maupun genangan.

Bahkan, saluran drainase di perkotaan, bukan sekadar air hujan, ditambah juga dengan air buangan limbah rumah tangga dan limbah pabrik, seperti di Karang Tengah. Akibatnya, seperti di Batu Ceper tadi, pengelolaan sumber daya air yang tidak tepat, menimbulkan genangan maupun banjir.

Kerugian pun tak  dapat dielakan, entah materil (finansia) maupun sosial pun. Di sinilah pentingnya sistem drainase sangat penting, terutama dala mengurangi genangan air dan mendukung pengendalian banjir, khususnya di kawasan pemukiman, perkantoran dan pariwiata.

Alhamdulillah, Dinas PUPR Kota Tangerang – khususnya tenaga  Ahli Sumber Daya yang bertugas, membuat dan menyusun kajian penanangan banjir di Kecamatan Karang Tengah dan Batu Ceper tadi.

Tersedianya dokumen kajiaan penanganan banjir di dua kecamatan itu – Karang Tengah dan Batu Ceper, maka dapat diidentifikasi wilayah-wilayah yang terdapat banjir dan solusi penanganannya yang akan digunakan sebagai dasar untuk penanganan Banjir di dua kecamatan tersebut.

Banyak Rusak

Lain lagi persoalannya di Perumahan Taman Elang. Perumahan ini  berada dalam sistem hidrologi kawasan Cekungan Priuk. Air limpasan dari perumahan ini akan dialirkan menuju Situ Buakan, sebelum dialirkan ke Dasar Air Sungai (DAS) Cirarab.

Sayangnya, kondisi eksisting DAS Cirarab, termasuk Situ Bulakan, mengalami banyak kerusakan dalam hal penampang basah maupun seditimentasi. Akibatnya, fungsi sebagai retensi dan media peresap runoff maupun pengalir dari kawasan catchmen area hujannya, juga mengalami penurunan kapasitas.


Makanya , Dinas PUPR Kota Tangerang  merencanakan konsep mengatasi banjir yang kerap terjadi di Taman Elang & Situ Cangkring.  Yaitu sistem pengendalian banjir Taman Elang dan Situ Cangkring, di mana perlu dilakukan norminalisasi saluran outlet Situ Cangkring dan Bangunan Pelimpah  Situ Cangkring.

Lalu, saluran pembuang kawasan sekitar Taman Elang membagi aliran menjadi 2 saluran: saluran pembuang timur dan utara. Sedang untuk membagi aliran dari saluran pembuang, yaitu dengan membuat bangunan pembagi debit Drainase ke saluran pembuang utara dan timur secara proporsional.

Sistem pengendalian banjir tidak luput dari perbaikan salurana-saluran eksisting yang ada Diharapkan konsep tersebut dapat menanggulangi dan meminimalisir banjir di Taman Elang dan Situ Cangkring. (Adv./FM/Skandal)
 
Berita Terkait
Berita Lainnya