,
30 Januari 2018 | dibaca: 175 Kali
David Darmawan , Intelektual dan Pengusaha Muda Betawi
noeh21
David Darmawan
Terhitung dengan jari anak Betawi merantau ke luar negeri. Apalagi sampai sekolah dan menekuni karir di negeri orang. Siapa? Telunjuk bakal mengarah ke David Darmawan, yang terbilang banyak "menukangi" perusahaan-perusahaan besar.
-----------------------------------------------

 
Hidup adalah pilihan. Entah kaya, miskin, sukses maupun gagal. Itu semua ada konsekuensinya. Ada “cost” yang harus dibayar, sesuatu yang lumrah dan mendasar.
 
Begitu juga dialami  David Darmawan ,40 tahun.  Anak Betawi Asli ini lahir dan dibesarkan  dalam  budaya Islami yang kental.  Sang ayah berlatar belakang pendidikan modern 
 
Lelaki yang lebih dari 15 tahun merasakan asam garamnya dunia Investasi, ditambah mengelola perusahaan tingkat dunia ini,  menghabiskan masa pendidikan serta kariernya selama 13 tahun di Belgia. Dia menamatkan pendidikannya di  Ecole Pratique de Haute Etude Commerciale Prancis dan Universite Libre de Bruxelles, Belgia  
 
Ilmu pendidikan yang begitu cemerlang,  membuatnya  mampu berinteraksi dan hidup dengan standar dan kualitas  negara-negara di Eropa Barat itu. Dia juga mampu berceloteh bahasa asing. Ada tiga bahasa londo yang dikuasai,  Prancis, Inggris, Belanda
 
Meski karir dan kehidupannya mapan di luar negeri, tapi David tidak lupa jati dirinya. Ia tetap merasa “anak singkong”, tetap peduli kepada kondisi sosial negerinya, terutama usahawan muda  yang potensial seantero Indonesia.
 
Tak percaya? Tengok saja sederet kepeduliannya pada anak-anak yang bermental entrepreneur. David mendirikan beberapa perusahaan untuk  masalah-masalah  sosial, dan intens dengan isu-isu lingkungan.  Sebut saja Socentix, DGF, Indonesia International ,Carbon Clearing Corporation  dan banyak lainnya. 
 
Dia “bertangan dingin” mengelola perusahaan.  Kebijakan dan strateginya dirasakan betul oleh  berbagai macam perusahaan besar,  seperti PT. Redland Asia Capital Tbk, PT. Palm Asia Corpora Tbk dan lain lain 
 
Dia juga terus  membuka jaringan atau mitra bisnis  dan filantropis dari luar negeri ,Inggris, Belgia, Perancis dan banyak negara lainnya.
 
Keseimbangan hidup serta kebermanfaatan bagi sesama,  itu  adalah segalanya bagi pemilik slogan “Remember thet Failure is a Beginning, Not an End. Come back is Always possible” ini. 
David  menekankan bahwa semangat dan antusiasme adalah utama bagi anak muda bertalenta yang  akan merintis  sebuah usaha, atau mengaplikasikan  dari idenya 
 
Dia juga begitu peduli terhadap sosial.  Berbagi ilmu  terus lakukan  Tidak pernah lelah dan bosan. Sebab,   berbagi ilmu, kata David,  adalah amal sholeh 
Misalnya Manajerial, Investasi, Pasar Modal, IT.  Dia berbagi ataupun sharing  di kampus-kampus di seantero Nusantara. 
 
Selain itu, dia juga  tak kenal henti untuk berkontribusi buat negeri dengan sumbangsih idenya atau solusi buat bangsa ini . Pelabagai seminar, atau kerjasama dengan daerah-daerah tertinggal dan pedalaman se Indonesia, terus dilakoni. Mereka  membutuhkan adanya  ide dan pemkiran dari dirinya.
 
Kemudian Event-event anak muda, kewirausahaan dan seminar-seminar bisnis di dalam negeri juga tak luput dari suport atau curahan idenya. Misal event Business Plan Competition E-Youth Chapter 7, seminar Jakarta Climate Change Adaptation Tools, Socentix at Indonesian International Institute for Urban Resilence dan Infrastructure Seminar, seminar Green Investment di LIPI dll.  Dia juga mengisi  talkshow atau tajuk wacana di berbagai media lokal online, TV Nasional dan portal media lainnya.
 
Jadi, kalangan  Garuda muda penerus bangsa ini. Apalagi sebagai tonggak utama perubahan bangsa,  tak salah bila menimbah    ilmu sebanyak mungkin dari sosok yang berpendidikan modern khas Eropa  tapi tak lupa dengan asal-usul dan tradisi Betawi, sebuah kampung yang kini tergusur oleh megapolitan globalisasi abad 21.(AN)
Berita Terkait
Berita Lainnya