,
26 Februari 2018 | dibaca: 86 Kali
Wiranto: Media Online Garda Terdepan Jaga Kebhinekaan
noeh21
Jakarta Skandal

Media online harus mendapat perhatian khusus, karena selain sebagai peluang usaha industri, juga  bisa mencerdaskan bangsa asalkan pemberitaannya dilakukan secara benar dan berimbang. 

"Media online garda terdepan dalam menjaga kebhinekaan,"  tegas  Menko Polhukam Jendral ( Purn. ) Dr. H. Wiranto. SH  kepada DPP IMO-Indonesia saat melakukan audiensi ke kantornya pagi tadi,  Senin.

Audiensi itu dilakukan untuk memberikan Fakta Integritas IMO-Indonesia sebagai salah satu syarat kesediaan Jenderal TNI (Pur) Wiranto sebagai Dewan Penasehat IMO-Indonesia. 




Fakta Integritas itu diminta saat Wiranto memberikan pembekalan dan menutup Rakernas 1 IMO-Indonesia di Seiminyak, 13-15 Febuari.

Menurut Yacob Ismail, Ketua Umum IMO-Indonesia   ada beberapa poin Fakta Integritas yang harus dijungjung oleh setiap insan IMO Indonesia di antaranya menjunjung tinggi Pers Pancasila yang bertanggung jawab, mentaati kode etik jurnalistik dan penulusan yang berimbang, mentaati hukum yang berlaku dan sebagainya.

"Jika poin-poin tersebut dilanggar, anggota IMO-Indonesia, siap menerima konsekuensinya sesuai aturan berlaku," ujar Yacob dalam WA-nya ke Sekretariat IMO-Indonesia.

Akses Informasi

Menurut Wiranto, kecanggihan teknologi informasi saat ini memudahkan masyarakat menerima informasi yang terbuka.

Karena itu, dalam arahan dan pandangannya terkait organisasi dan Industri Pers Media OnlineTanah Air, Wiranto meminta informasi yang disajikan haruslah benar, proporsional dan konstruktif.

 " Karena informasi langsung diakses oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dan luar negri terkait keadaan sosial budaya, capaian pembangunan, kepastian hukum dan peluang usaha dalam negri", urainya Wiranto.

Dalam laporannya Ketum IMO Yakub F Ismal menuturkan, Industri Media Online dapat menyumbangkan energi yang positif untuk negri ini. Yang tentunya juga harus diapresiasi dengan regulasi usaha, khususnya Industri Pers Media Online yang sebagian besar bukan merupakan industri padat modal. 
               
  "Agar semua dapat tumbuh dan  dengan kesempatan yang sama dan aturan yang sesuai dengan kondisi usahanya," tandasya.

Dalam audiensi itu Yakub F Ismail didampingi   Sekjen Nasir Umar, Ketua antar Lembaga M Brando, serta  Dewan Pembina  Taufiq Rachman, Lasman Siahaan. Sedangkan Wiranto didampingi Deputy 7 Marsda Suwandi dan staf khusus DR Indra Fahrizal.
Berita Terkait
Berita Lainnya