Tutup Menu

Walikota Tangerang Ancam Tutup Pasar Induk Tanah Tinggi

Jumat, 28 Januari 2022 | Dilihat: 110 Kali
Wali Kota Tangerang Ancam Tutup Pasar Induk Tanah Tinggi (foto istimewa)
    
Penulis : Redaksi Tabloidskandal.com
Editor   : Fauzi Rahim

TANGERANG –Tabloidskandal.com ll PT Selaras Griya Adigunatama pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang, diultimatum Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terkait perizinan yang belum juga diselesaikan.

Pada tanggal 5 Januari 2022 Pemkot Tangerang melayangkan surat kepada pengelola pasar induk tersebut, isinya terkait percepat pengurusan izin berusaha. Dan diberikan tengat waktu 14 hari dari tanggal surat yang dilayangkan tersebut.

Namun hingga batas waktu yang ditentukan, pihak pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi masih belum mengurus izin usahanya.

Berkaitan dengan perizin tersebut, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, akan mengecek ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Kota Tangerang

BACA JUGA Mantan Teroris Bom Klaten Sambangi Mapolsek Pasar Kliwon

"Nanti saya cek sama Indag, yang mantau Indag," kata Arief, seperti dikutip Tangerangnews.com, Kamis (27/1/2022).

Wali Kota Tangerang menegaskan, jika perizinan tersebut belum dilengkapi hingga batas waktu yang telah ditentukan, pihaknya tak akan mentolerir lagi dan mengancam akan menutup pasar tersebut. 

"Nanti diingatin lagi, kalau memang masih bandel kita tutup," ujarnya.
Sebelumnya, Asisten Daerah (Asda) 2 Pemerintah Kota Tangerang Indri Astuti mengakui, pihaknya telah berkirim surat kepada PT Selaras Griya Adigunatama, pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi.

Isi surat mendesak pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi agar segera mengurus perizinan berusaha kepada pemerintah pusat, paling lambat dua pekan sejak surat diterbitkan Pemkot Tangerang pada tanggal 5 Januari 2022.

Seperti diketahui, setiap pelaku usaha perdagangan wajib memiliki perizinan berusaha dari pemerintah pusat, sebagaimana diatur di dalam ketentuan UU No 7/2014 tentang Perdagangan, serta Peraturan Pemerintah No 29/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan.

"Jadi pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi wajib melengkapi izin kegiatan usaha perdagangan dari pemerintah pusat, sesuai aturan terbaru. Jika tidak, maka akan mendapat sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," jelas Indri kepada wartawan, baru-baru ini.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com