,
04 Februari 2018 | dibaca: 241 Kali
Masyarakat pemerhati korupsi : Polisikan Pimpro Double Double Track
noeh21
.                   
Jakarta, Skandal.     
 
Ambruknya bantalan lintasan kereta api pada Double Double Track (DDT) di Matraman tadi pagi (4/12) membuat pelbagai kalangan geram bercampur miris.
 
Mereka menilai.gara-gara human error, 4 karyawan tewas sia-sia, karena tertimbun beton yang berton-ton.
 
“Itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus diusut tuntas. Bukan hanya PT Hutama Karya selaku pelaksana, juga proyek pemenang tender,” tegas Nasir Umar, Ketua Masyarakat Pemerhati Korupsi.
 
Alasannya, menurut Nasir, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah penanggungjawab proyek tersebut. “Jadi, tidak bisa dia berleha-leha.Dia juga harus dipolisikan,” jelas Nasir bersemangat.
 
Nasir menduga bisa saja peralatan yang digunakan tidak standar atau tidak laik, sehingga terjadi malapetaka. "Lantas perusahaan konsultannya yang dibayar mahal ngapain ?",  ujarnya.           
 
Ditambahkan, jika perlu polisi merunut kebelakang saat proyek ini di tender dulu. Apakah telah dilakukan sesuai peraturan yang ada, sehingga menghasilkan pemenang tender perusahaan yang benar-benar  berkualiitas. “Label perusahan berplat merah tidak jaminan,” tandasnya sengit.
       
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Crane pada proyek double-double track (DDT) kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur memakan 4 orang meninggal dunia
 
Adjib Al Hakim sebagai pelaksana proyek PT Hutama Karya menegaskan  bertanggung jawab. Dia juga mengaku belum bisa banyak berkomentar soal kecelakaan tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan investigasi. 
 
Namun, menurutnya, penyebab  jatuhnya korban jiwa tersebut,  bukanlah crane yang jatuh. Melainkan adanya launcher girder yang tergelincir.
 
“Sebetulnya bukan crane jatuh, tetapi launcher tergelincir. Untuk kronologinya masih kita investigasi," katanya. 
 
Menurut dia, bantalan rel itu seketika jatuh saat sudah berada di atas dan menimpa pekerja yang berada di bawah. Saat ini Komisi Keselamatan Kontruksi sedang menyelidiki.
 
Tercatat, sampai tulisan ini diturunkan, ada 5 orang yang sedang diperiksa polisi. Siapa saja, belum diketahui. “Mereka diperiksa polisi,” jelas sumber, seraya menyebut DDT di Matraman itu lintasan dari Manggarai hingga Cikarang.                       
 
Fedrik PPK DDT belum berhasil dikonfirmasi. Demikian halnya Samsuri yang biasa mengaku sebagai humas Balai Tehnik Perkeretaapian Jakarta Banten, tiba tiba menghilang, tak ketahuan rimbanya. (Ayubdin/Ian)
 
 
Berita Terkait
Berita Lainnya